BALAS KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN

Kamis, 22 Januari 2015

BALAS KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN

“Kalau orang berbuat jahat kepadamu, janganlah membalasnya dengan kejahatan. Buatlah apa yang dianggap baik oleh semua orang.”
(Roma 12:17)

Waktu masih sangat muda, sepertinya lebih mudah bagi saya untuk
memaafkan jika ada orang yang berbuat jahat atau melakukan kesalahan
kepada saya, namun ketika saya menjadi semakin tua, nampaknya lebih
mudah bagi saya untuk melupakan dari pada memaafkan jika orang lain melakukan hal buruk kepada kita. Maka dari itu tidak heran, dulu waktu saya muda saya mengamati orang tua saya berkelahi dengan kakaknya, dan akibat dari pertengkaran itu mereka bawa hingga ke liang kubur. Sedangkan anak-anak, hari ini bertengkar, esok mereka sudah jalan bersama kembali, seolah-olah semua kemarahan, kebencian atau hal buruk yang dilakukan sang teman hilang begitu saja.

Ayat di atas sangatlah menarik. Rasul Paulus dalam perikop nasehatnya menjelaskan tentang hidup dalam kasih. Pertanyaannya kasih yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus? Jika kita perhatikan kembali ayat di atas maka kasih yang dimaksudkan oleh Paulus jelas bukan kasih yang terjadi karena kita merasa cocok dengan orang, atau mengasihi orang yang melakukan banyak kebaikan kepada kita, namun sebaliknya ia mengatakan hal yang sangat ekstrim yakni mengasihi orang lain yang melakukan kejahatan kepada kita dengan cara tidak membalas kejahatan
tersebut dengan kejahatan. Pada bagian tidak membalas saja sebenarnya sudah susah, nasehat selanjutnya adalah dengan melakukan apa yang dianggap baik oleh semua orang.

Sebagai manusia yang hidup pada suatu kelompok, kita tidak luput dari adanya gesekan antara yang satu dengan yang lain. Konflik kepentingan, perbedaan budaya, prinsip, nilai, karakter dan lain sebagainya bisa jadi menjadi sumber-sumber pertengkaran dan bahkan menjadi permusuhan. Di dalam Gereja hal yang sama juga seringkali terjadi antar jemat, jemaat dengan majelis, majelis dengan pendeta, dan masih banyak hal terjadi. Pertanyaannya apa yang kita semestinya lakukan ketika hal itu terjadi? Sepertinya nasihat ayat di atas sangat jelas, bahwa kita harus mampu melakukan yang baik. (AT)

Refleksi:
Membalas kejahatan dengan kebaikan mengajarkan kita arti yang sebenarnya tentang mengasihi sesama.