MAHLUK MULIA

Kamis, 29 Januari 2015

MAHLUK MULIA

“ Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah,dan telah
memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” (Mazmur 8 :6)

Ada manusia yang tidak menyadari betapa mulia keberadaan dirinya
dibandingkan ciptaan Allah lainnya sehingga berperilaku melebihi binatang, seperti pembunuhan dengan cara memutilasi, pelecehan seksual kepada anak-anak sampai memakan korban puluhan orang, dan lain-lain.

Dalam ayat sebelumya pemazmur menyatakan, ”Jika aku melihat angit-Mu,
buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kau tempatkan.” Kemungkinan besar ungkapan ini lahir dari ingat-ingatan Daud semasa ia di padang penggembalaan pada siang hari dan juga malam hari saat ia memandang bintang-bintang di langit.Di bawah cakrawala luas pada siang dan malam hari tersebut, pemazmur menyadari di dalam batinnya betapa kecil dan tidak berdayanya ia. Selanjutnya, ia menyadari bahwa Allah lah yang lebih besar dan Pengontrol atas ciptaan yang sangat besar
ini. Di tengah-tengah cakwala yang luas dan ketidakberartian manusia, pemazmur sangat takjub karena Allah sanggup mengingat setiap manusia dan memberi perhatian secara individual, termasuk pada dirinya. Menakjubkan karena manusia dapat menjadi signifikan atau memiliki posisi sentral di tengah-tengah alam semesta yang sangat luas ini. Melalui kesadaran dari penyataan Allah, Daud menulis pada ayat 6, “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah
memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” Ada terjemahan yang memakai ungkapan hampir sama seperti Allah menjadi “malaikat.” Hal ini kemungkinan didorong oleh sikap moderat karena dianggap terlalu berlebihan jika mengklaim manusia hampir sama seperti Allah. Namun bagaimanapun juga, terjemahan dengan memakai Allah yang tepat, sebab ini sama dengan yang terdapat pada Kejadian 1-2 bahwa manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah, dimana Allah memberikan peran untuk mendominasi alam ciptaanNya kepada manusia.

Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya dan Ia memberikan mandat budaya untuk menguasai dan mengelola alam serta isinya. Mandat ini bertujuan agar manusia sebagai mahkota ciptaan menjadi raja atau penguasa atas ciptaan yang lebih rendah sehingga membawa semuanya untuk memuliakan Allah. Sejak awal manusia diciptakan, kemuliaan dan hormat sudah Allah berikan. Marilah kita hidup dalam kemuliaan dan hormat yang Allah berikan. (RCM)

Refleksi :
Hiduplah sesuai dengan kemuliaan dan hormat yang sudah Allah dianugerahkan