KASIH YANG NYATA

29 Maret 2014

KASIH YANG NYATA

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”
(Roma 5:8)

Kecenderungan anak remaja yang baru mengenal cinta dan berpacaran sangat mudah mengucapkan : “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku rela mati bagimu. Aku akan menunggumu selama-lamanya. Aku akan selalu setia dan menjagamu.” Tetapi tidak sampai hari besok setelah ungkapan tadi diucapkan, sudah ada cewek lain yang menarik perhatiannya, dan ia mengungkapkan kata yang sama dan melupakan apa yang sudah dikatakan sebelumnya kepada gadis pujaannya. Benar jika kemudian dikatakan bahwa kasih itu bukan sekedar kata-kata, tetapi kasih membutuhkan sebuah bukti nyata dalam sebuah tindakan. Tanpa tindakan kata-kata itu hanya indah didengar sebagai hal yang menghibur namun tidak mampu memberikan apa yang diharapkan pada realitas yang sesungguhnya kita sedang hadapi. Tentu saja itu berbeda dengan apa yang Allah katakan dalam FirmanNya. Setelah ribuan tahun Allah menyatakan kasihNya kepada umat manusia, Ia membuktikan secara nyata tidak hanya sekedar ucapan melalui Yesus Kristus seperti baris nats yang dinyatakan oleh Paulus di atas bahwa “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Agama-agama mengajarkan Allah yang transenden yang menyatakan Ia Mahakasih namun realitasnya sebagai Allah dalam wujud transenden itu tidak mampu memberikan bukti yang nyata. Bahkan Ia berdiri sangat jauh bahkan terpisah dari ciptaanNya. Hal tersebut berbeda dengan konsep Imanensi Allah yang sangat sempurna di dalam diri Yesus Kristus yang membuat janji Allah tidak hanya dalam wujud kata-kata yang tertulis saja, namun ada dalam wujud yang nyata dan pernah tinggal dan turut merasakan hidup di tengah-tengah umatNya. Jadi mulai sekarang, marilah kita berhenti berkata-kata, memberikan janji-janji yang manis, sebab jika tidak ada tindakan yang dilakukan demi memenuhi niat baik dalam kata-kata tersebut atau janji-janji yang keluar dari mulut kita. Pertama, hal itu adalah sia-sia saja, dan kedua, hal itu hanya akan memperburuk citra diri kita di depan orang banyak yang mendengarnya. Seperti sebuah iklan komersil mengatakan: “Talk less do more” Kurangi bicara dan bertindak lebih banyak. Jika pasangan anda, rekan kerja anda, atau orang di sekeliling anda mulai bosan dengan apa yang anda katakan akan anda lakukan namun ternyata tidak pernah anda lakukan, itu saatnya anda menghentikan kebiasaan itu dan mulai bekerja untuk memberikan hasil yang nyata. (RAP)


Refleksi:
Talk less do more