HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA

Wednesday, 02 Apr 2014

HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA

“ Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga.” ( Matius 5:16 )

Tolok ukur suatu benda atau barang atau suatu produk tertentu dikatakan bagus/baik tentunya tidak hanya dilihat dari kulit atau kemasannya. Kemasan belum tentu memberi jaminan bahwa isinya itu baik dan bermanfaat. Banyak orang yang tertipu karena hanya melihak luarnya atau penampilannya saja. Memang dalam budaya masyarakat yang terlalu mengagungkan “Shame Culture” di mana status, popularitas, harga diri menjadi sangat ditonjolkan, maka dalam konteks budaya yang seperti ini yang dipentingkan adalah penilaian dari luar/dari orang lain, sehingga aspek penampilan atau kemasan menjadi berada di depan. Berbeda dengan masyarakat yang berpandangan budaya “Guilt Culture” yang mementingkan rasa bersalah dan tanggungjawab, yang terpenting adalah bukan penilaian dari orang, tapi penilaian dari diri sendiri secara objektif. Penulis Injil Matius mencatat ucapan Yesus dalam bacaan Alkitab hari ini yang mengingatkan kepada murid-muridnya dan kepada segenap pengikutNya, supaya hidup mereka seperti Garam dan seperti Terang. Hidup seperti garam dan terang maksudnya adalah hidup yang memberi faedah, hidup yang memberi dampak atau manfaat yang baik. Karena itulah dikatakan, jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Jadi, sekali lagi, yang dituntut oleh Yesus dari pengikutNya adalah memenuhi panggilan hidup yang memberi manfaat/faedah bagi sekitarnya atau bagi orang lain. Bukan sekedar status atau popularitas, bukan sekedar penampakan kulit. Harapan dan kerinduan Tuhan Yesus dari para pengikutNya (kita warga kampus sebagai bagian di dalamnya) dipanggil supaya hidup kita memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama, sesuai dengan FirmanNya supaya hendaknya terangmu bercahaya.(AE)

Refleksi : Sudahkah kita menjalani hidup yang bermanfaat? Kalau belum, apa hambatannya dan bagaimana tekad selanjutnya?