BERASAL DARI ALLAH

2015-02-19

BERASAL DARI ALLAH

Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa;
tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya,
dan si jahat tidak dapat menjamahnya.
(1 Yohanes 5:18)”

Salah satu ciri khas masyarakat Indonesia adalah semangat gotong royong. Hal
ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab bersama. Baik
dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan masyarakat, banyak orang
asing terkesan dengan masyarakat Indonesia yang ramah dan memiliki semangat
gotong royong. Semangat ini bisa dilihat dari kehidupan masyarakat pedesaan
seperti menuai padi, acara pernikahan, membangun rumah dan sebagainya. Bagi
bangsa Indonesia semangat gotong royong harus diwariskan dari generasi ke
generasi karena itu adalah warisan leluhur.
Nas hari ini mengatakan bahwa setiap orang yang lahir dari Allah atau berasal dari
Allah akan mewarisi sifat Allah yaitu “tidak berbuat dosa.” Maksudnya orang yang
berasal dari Allah akan menjauhkan diri dari perilaku dosa. Ia tidak akan mencurahkan
pikiran dan energi untuk hal-hal yang berbau dosa. Ia tidak mau menjadi hamba
dari dosa. Versi bahasa Inggris dalam bentuk present continousyang berarti setiap
orang yang berasal dari Allah tidak memiliki kebiasaanuntuk berbuat dosa. Dengan
kata lain bahwa kondisi sebagai orang yang berasal dari Allah tidaklah cocok untuk
melakukan dosa apapun. Selain itu Allah berjanji akan melindungi setiap orang yang
berasal dari Allah dan Iblis tidak dapat menjamahnya. Sebuah jaminan istimewa
yang diberikan bagi seseorang yang lahir dari Allah.
Setiap kita yang merasa berasal dari Allah, tidak boleh tunduk kepada kejahatan
dan membiasakan diri dengan berbuat dosa. Berbagai tantangan hidup seperti
kemakmuran, kenikmatan, kepentingan pribadi akan menghancurkan seseorang
jika ia tidak berpegang teguh dalam identitasnya yaitu berasal dari Allah. Sebagai
warga kampus yang sudah mengenal Allah dan mengerti identitas dirinya berasal
dari Allah, maka ia tidak akan terbiasa untuk melakukan hal-hal yang berbau dosa
dan menjerumuskan dirinya kepada dosa. (RZA)
Refleksi :
Orang yang berasal dari Allah tidak terbiasa berbuat dosa