MENYALIBKAN DAGING

2015-02-21

MENYALIBKAN DAGING

“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan
segala hawa nafsu dan keinginannya.
(Galatia 5:24)”

Banyak orang Kristen menyukai aksesoris salib, karena salib adalah lambang
orang yang percaya Kristus. Salib bukan hanya di gereja tetapi juga banyak
dipajang di rumah orang Kristen. Bagi orang Kristen salib merupakan sesuatu
yang sangat penting karena tanpa salib tidak ada kematian Kristus dan tidak
ada pengampunan bagi orang berdosa. Pengorbanan Kristus di kayu salib yang
memberikan kemenangan bagi manusia harus di respon dengan melakukan ketaatan
kepada-Nya.
Nas hari ini mengatakan bahwa seorang yang menjadi milik Kristus telah menyalibkan
daging. Ayat 19 dikatakan perbuatan daging telah nyata yaitu percabulan, kecemaran,
hawa nafsu, penyembaan berhala, sihir, perselisihan, kedengkian dsb harus
dikalahkan. Orang yang menjadi milik Kristus hidupnya dikendalikan dan dipimpin
oleh Roh Allah bukan sebaliknya dipimpin oleh segala hawa nafsu dan keinginan
berdosa. Meski diakui bahwa keinginan daging selalu mendominasi hidup kita tetapi
firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa bagi siapapun yang hidupnya masih
dikuasai oleh keinginan daging tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Dengan kata lain orang ini tidak mau menyalibkan keinginan daging dengan hawa
nafsunya. Jika ia hidup oleh Roh maka ia tidak akan menuruti keinginan daging.
Sebagai warga kerajaan Allah, sudah seharusnya kita menyalibkan daging dengan
segala hawa nafunya. Melawan keinginan daging merupakan proses pembentukan
karakter dalam diri kita yang harus dilakukan terus menerus. Hal ini tidak mudah
karena perlu perjuangan dan pengorbanan diri tetapi dengan pertolongan Roh Allah
yang hadir dalam setiap orang yang dimiliki oleh Kristus maka kita dimampukan
menyalibkan keinginan daging. (RZA
Refleksi :
Sudahkah kita menjadi milik Kristus, dengan menyalibkan hawa nafsu kita?