DIBENARKAN DIHADAPAN ALLAH

2015-02-22

DIBENARKAN DIHADAPAN ALLAH

Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan
hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar
akan hidup oleh iman.”
(Galatia 3:11)”

Sebuah berita menyatakan bahwa Mahkamah Agung (MA) mengubah hukuman
penjara seumur hidup menjadi hukuman mati bagi Wawan, pembunuh sadis
Sisca Yofie. Vonis ini dijatuhkan oleh trio hakim agung Gayus Lumbuun-Artidjo
Alkostar-Margono. “Vonis mati ini sesungguhnya tidak hanya ditujukan kepada
terdakwa tetapi juga warningkepada masyarakat agar jangan sampai meniru
melakukan pembunuhan seperti itu,” kata komisioner Imam Anshori Saleh saat
berbincang dengan detikcom, Rabu (12/11/2014). Respon terhadap putusan hakim
tentunya beragam karena dari pihak keluarga terbunuh mungkin setuju tetapi pihak
keluarga yang menjalani vonis mungkin merasa tidak adil. Apapun respon yang
terjadi, kita belajar bahwa pernyataan benar atau salah adalah sebuah fakta yang
tidak bisa dipungkiri.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan setiap orang yang ingin dibenarkan di hadapan
Allah adalah ia hidup oleh iman. Seorang yang benar di hadapan Allah bukan karena
ia telah melakukan hukum taurat tetapi hidup oleh iman di dalam Yesus Kristus. Jika
hidup orang itu dibenarkan oleh hukum, maka hidupnya ditentukan dengan tindakan
dan hukum yang berlaku. Hukum Taurat yang diberikan oleh Allah sebagai penuntun
bagi kita sampai Kristus datang supaya kita dibenarkan. Jadi Allah menerima kita
sebagai orang benar bukan karena kita melakukan hukum taurat tetapi karena Allah
memandang kita dalam Kristus Yesus.
Hal yang penting dalam kehidupan manusia adalah dibenarkan oleh Allah bukan
karena merasa benar atau dibenarkan oleh teman, kerabat atau pimpinan kita.
Orang yang sudah dibenarkan oleh Allah tentunya akan melakukan hal-hal yang
benar bukan karena tidak mau dipersalahkan atau dianggap orang yang benar. (RZA)
Refleksi :
Manusia dibenarkan oleh Allah, bukan karena perbuatannya