APANYA YANG SULIT

2015-02-25

APANYA YANG SULIT

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai
kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
(Matius 6:34)”

Sebuah pepatah berkata “sulit bukan berarti tidak mungkin”, tidak mungkin
untuk berubah, tidak mungkin untuk berkembang, tidak mungkin untuk
berjuang, tidak mungkin…dst. Yang menjadi masalah adalah apakah dengan
adanya kesulitan membuat seseorang stagnan. Kesulitan bersifat relatif karena
setiap kesulitan memiliki kadar yang berbeda misalnya kesulitan saya berbeda
dengan kesulitan orang lain. Penyebab utama adalah pikiran yang dibayangi dan
dibatasi oleh kekuatiran. Ada yang berpikir dengan hidup masa lalunya yang penuh
penderitaan atau yang berpikir hidup dengan masa depannya yang membuatnya
stress dan terbeban.
Dalam nas hari ini dikatakan kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, menyatakan
bahwa kesusahan atau kesulitan yang dihadapi janganlah membuat seseorang kuatir
akan kehidupan ini. Pola pikir sangat memberi pengaruh dalam sikap dan tindakan
seseorang. Tuhan mengajak untuk setiap orang tidak kuatir dengan apapun karena
Allah yang mencukupkan segala kebutuhan manusia. Jika burung-burung dilangit,
yang tidak menabur dan tidak menuai diberi makan, apalagi kita yang dijadikan
segambar dan serupa dengan Allah.
Kesulitan adalah bagian dari pergumulan kehidupan manusia sampai akhir hidupnya.
Yang menjadi persoalan adalah berapa kuatirnya hidup kita dengan kesulitan yang
dihadapi. Di tengah-tengah situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan dalam
masalah ekonomi, keluarga dan pekerjaan, Tuhan mengajarkan untuk tidak kuatir.
Tidak ada kesulitan apapun yang dapat menahan pemeliharaan Tuhan atas ciptaanNya termasuk UK. Maranatha jika ada di dalam tangan Tuhan.(RZA)
Refleksi :
Kesulitan apapun bisa ditangani di dalam tangan Tuhan.