TIDAK BERJUANG SECARA DUNIAWI

2015-02-27

TIDAK BERJUANG SECARA DUNIAWI

“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang
secara duniawi.”
(2 Korintus 10:3)”

Slogan hidup adalah perjuangan bukanlah mimpi tetapi sebuah realita yang
dialami semua orang. Seorang ayah atau ibu yang bekerja untuk mencari
nafkah, seorang anak yang belajar untuk memperoleh nilai yang baik, seorang
olahragawan yang berlatih supaya menjadi juara. Perjuangan secara fisik seperti
mendapatkan uang, nilai atau piala lebih mudah dibandingkan perjuangan melawan
pikiran dalam diri seseorang.
Dalam nas hari ini Paulus mengajak jemaat di Korintus untuk tidak hanya melihat
hal-hal yang duniawi tetapi memperhatikan hal-hal yang rohani. Perjuangan rohani
dimulai dengan pola pikir di dalam Kristus. Orang yang hidup dalam Kristus memiliki
perjuangan yang sama yaitu melawan pikiran-pikiran yang bukan milik Kristus. Dalam
bagian ini Paulus mengajarkan seseorang dapat mengontrol pikiran yang datang
ke pikirannya. Ia tidak harus menjadi korban tak berdaya dari pikiran, perkataan,
spekulasi atau khayalan sia-sia yang menyerang pikiran kita. Setiap siasat orang
dibangun untuk keangkuhan manusia harus dipatahkan dan dirubuhkan, sebaliknya
pikiran kita ditaklukkan kepada Kristus (ay 5). Bagi Paulus, satu-satunya kekuatan
yang pada akhirnya dapat menundukkan seluruh hidup orang pada ketuhanan
Kristus adalah senjata rohani yang dilengkapi dengan kuasa Allah!
Sebuah realita yang tidak bisa dihindari bahwa setiap kita sebagai umat Tuhan
untuk terus berjuang melawan pikiran yang tidak sesuai dengan Kristus. Jika visi UK.
Maranatha “…berdasarkan kasih dan keteladanan Yesus Kristus” menjadi landasan
bagi setiap warga kampus untuk senantiasa mengerjakan apa yang sudah Yesus
lakukan di dunia ini dan khususnya tugas panggilan kita di dunia pendidikan untuk
melawan pikiran-pikiran yang duniawi atau pikiran yang bertentangan dengan
pikiran Kristus. (RZA)
Refleksi :
Perjuanganku adalah melawan pikiran yang bukan berasal dari Kristus.