BUKAN SEJARAH BIASA

2015-03-23

BUKAN SEJARAH BIASA

“Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya”
(Matius 27:45-50)”

Peristiwa kematian yang dialami oleh umat manusia sebenarnya sesuatu yang
sangat alamiah. Sejak awal kehidupan dan peradabannya, umat manusia telah
mengenal peristiwa kematian sebagai bagian yang sangat integral dari kehidupan
ini. Kita semua telah mengalami kelahiran, proses pertumbuhan dan perjuangan, lalu
kita satu demi satu akan mengakhiri kehidupan ini dengan peristiwa kematian. Karena
itu semua tokoh sejarah tanpa terkecuali telah mengalami peristiwa kematian, baik
penakluk dunia yang monumental seperti raja Nebukadnezar dari Babel, Aleksander
Agung dari Yunani; maupun para tokoh ternama dunia seperti Albert Eistein, Thomas
Alfa Edision, Charles Dickens, dan sebagainya. Akan tetapi dari sekian banyak
kematian; hanya ada satu kematian yang luar biasa yaitu kematian Yesus Kristus.
Firman Tuhan mencatat, ketika Yesus Kristus menghembuskan nafas terakhirnya di
kayu salib, seketika itu juga kegelapan pekat menyelimuti bumi selama tiga jam.
Tidak hanya itu, Injil Matius mencatat “… lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari
atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
dan kuburan-kuburan terbuka…” (Matius 27:51-52).
Kisah ini sangat menggemparkan surga mau pun bumi, sebab karya agung Allah Bapa
telah digenapi Kristus Yesus pada hari itu. Kematian Yesus 2000 tahun lalu adalah
peristiwa sejarah yang sungguh-sungguh terjadi, bukan rekayasa atau dongeng
pengantar tidur. Bahkan kehidupan Kristus, khususnya tentang penyaliban Yesus,
sebelumnya sudah dinubuatkan Nabi Yesaya, “Ia dihina dan dihindari orang, seorang
yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan”¦” (Yesaya 53:3).
Peristiwa Golgota ini adalah peristiwa yang mengubah kehidupan manusia, sebab
kematian Yesus adalah kematian yang mengerjakan keselamatan, penyembuhan,
pemulihan, dan harapan baru. Di atas Kalvari Yesus telah membayar harga bagi dosadosa kita. IA yang benar, sempurna dan tanpa dosa rela dikutuk, dituduh, difitnah,
menderita dan mencurahkan darah-Nya seperti domba sembelihan, supaya kita
dapat dibebaskan dan diselamatkan. Yesus hidup bukan untuk diri-Nya sendiri tetapi
untuk menjadi pengganti bagi kita. Kristus telah mengambi alih semua yang harus
kita tanggung karena dosa-dosa kita. Bukti kasih dan ketaatan Kristus menyebabkan
setiap manusia memperoleh kesempatan untuk hidup dalam keselamatan kekal.
Hargailah karya agung Kristus, janganlah sis-siakan hidup kita, namun bekerja dan
berkaryalah bagi kemuliaan Kristus. (YG
Refleksi :
Kematian Kristus bukanlah sejarah biasa, karena kematian-Nya memberi
kehidupan!