MELINDUNGI YANG LEMAH

2015-03-25

MELINDUNGI YANG LEMAH

“Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan
kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari
kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.”
(Roma 15:1-2)”

Salah satu dasar pengertian hukum evolusi ada pada kalimat berikut “survival
of the fittest”yang artinya yang paling kuatlah yang unggul atau menang. Itu
memang sudah menjadi dasar dari hukum alam yang bergerak selama ribuan
bahkan jutaan tahun silam. Selanjutnya masih dalam konteks teori evolusi ada yang
disebut dengan istilah food of chainatau rantai makanan. Kita melihat bagaimana
sebuah proses saling memangsa yang berada di rantai lebih rendah/ sederhana, dan
yang kuat siap untuk memangsanya. Ini realitas kehidupan yang tidak bisa disangkali
dalam kehidupan ini.
Namun ayat yang disebutkan di atas oleh Rasul Paulus justru memberikan muatan
pesan yang berbeda bahkan berlawanan dari apa yang terjadi di dunia ini. Tidak
disebutkan yang kuat “memangsa” yang lemah melainkan mereka diwajibkan
untuk menanggung yang lemah, bahkan lebih jauh disampaikan agar mereka tidak
mencari kesenangannya sendiri, melainkan kesenangan sesama demi kebaikan dan
untuk membangunnya. Hal yang disampaikan oleh Rasul Paulus ini tentu saja sangat
berlawanan dengan realitas kehidupan yang ada.
Kita hidup dalam sebuah sistem dan sifat keduniawian. Secara tidak sadar atau yang
terburuk dalam keadaan sadar, seringkali kita menunjukkan kekuatan kita, tanpa
memperdulikan perasaan orang-orang yang lemah yang ada di sekeliling kita. Contoh
yang sangat sederhana, misalnya ketika kita sedang asyik ngobrol dengan temanteman tentang bagaimana mudahnya membeli gadgetmenghabiskan uang ratusan
ribu atau jutaan rupiah, atau merencanakan membeli mobil atau rumah, di sebuah
kumpulan di mana kita tidak tahu bahwa di dalam kumpulan itu ada orang yang
sedang bergumul untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja susah. Melalui
ayat di atas, Rasul Paulus mencoba mengingatkan kita untuk lebih peka terhadap
kelemahan orang lain, dan bahkan melindungi mereka dari hal-hal yang bisa
mencederai perasaan atau kehidupan mereka, dan itu adalah sebuah kewajiban. (AT)
Refleksi :
Diperlukan kepekaan terhadap orang-orang yang lemah untuk bisa memberikan
simpati kepada mereka.