MERDEKALAH KAMU

2015-03-26

MERDEKALAH KAMU

“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena
itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”
(Galatia 5:1)”

Ada sebuah kisah alegori dari seorang filsuf bernama Plato yang seringkali
diceritakan dalam kelas filsafat yang berjudul “the cave man”atau manusia
gua. Kira-kira begini jika diceritakan secara bebas. Ada seorang manusia yang
terikat rantai selama bertahun-tahun kehidupannya dalam sebuah gua yang sangat
gelap. Lalu pada suatu hari rantai yang membelenggu tangannya itu terlepas, orang
ini segera berjalan keluar gua menyambut kebebasannya. Namun apa yang terjadi?
Ia bingung melihat apa yang di sekelilingnya. Deru angin membuatnya takut. Sinar
matahari terlalu terang di matanya dan menyengat kulitnya. Tak tahan dengan
perubahan itu, manusia gua ini kembali ke dalam gua meskipun tangannya tidak lagi
terikat.
Dalam jemaat di Galatia ada sebuah perdebatan seru antara keimanan yang
berdasarkan pada Kristus Yesus, dan tradisi perjanjian sunat bangsa Yahudi. Seperti
dalam teks di atas Rasul Paulus menyatakan bahwa mereka yang ada di dalam
Kristus adalah orang-orang yang benar-benar merdeka, dan ia menghimbau agar
dalam keimanan itu mereka tidak lagi terikat atau diperhambakan dengan tradisitradisi yang justru bisa menggantikan kebenaran tentang kemerdekaan hidup di
dalam Kristus sendiri. Bangsa Yahudi merasa keimanan mereka di dalam Kristus tidak
sempurna jika tidak melakukan tradisi mereka yang sudah turun temurun ribuan
tahun tersebut.
Dalam kehidupan ini, kita seringkali diperhadapkan pada hal yang sama. Kita memiliki
keimanan di dalam Yesus Kristus, namun nyatanya kita tidak merasa lengkap
tanpa melakukan hal-hal yang justru di luar dasar-dasar keselamatan itu sendiri.
Tentu saja tidak salah menjalankan tradisi dalam kehidupan kita, namun tradisi itu
hanyalah sebuah penghayatan terhadap nilai-nilai dalam kehidupan ini, bukan terus
menggantikan kebenaran yakni kemerdekaan yang diberikan oleh Yesus Kristus.
Justru di dalam Yesus Kristus kita memiliki kebebasan baru dalam mengenal Allah.
Kita tidak memiliki tradisi apapun dalam kekristenan yang melebihi dari kebenaran
Yesus Kristus sendiri.
Refleksi :
Adakah tradisi atau cara hidupmu yang mengikat dirimu bahkan melampui hal
keimananmu di dalam Yesus?