MENJADI TERANG BAGI KEGELEPAN

2015-03-29

MENJADI TERANG BAGI KEGELEPAN

“Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan
hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah
membutakan matanya.”
(I Yohanes 2:11).”

Di kebun kelapa ada dua toko yang menyediakan berbagai stiker, poster, kalender
dan sebagainya. Dulu saya bersama istri saya sering berbelanja poster dan
stiker dan menjualnya kembali. Karena berdekatan saya suka membandingkan
harga antara toko yang satu dan yang lainnya. Namun setiap kali bertemu dengan
pemilik toko itu, mereka seperti bersaing dan saling menjatuhkan. Misalnya pemilik
toko yang satu berkata: “Jangan beli di sana. Barangnya jelek.” Atau sebaliknya
pemilik toko yang lainnya berkata: “Ah ngapain belanja di situ. Harganya suka nipu.”
Ternyata dua pemilik toko yang berbeda ini adalah kakak dan adik kandung.
Yohanes adalah seorang Rasul yang sangat peka terhadap berita tentang kasih. Itu
menjadi berita yang sangat utama dalam kitab Injil yang ditulisnya dan juga suratsuratNya. Dalam teks di atas ia menjelaskan kebencian itu sama seperti tinggal dalam
kegelapan, dan orang yang tinggal dalam kegelapan tentu saja tidak tahu ia sedang
menuju ke mana. Celakanya jalan yang ditempuh dalam kegelapan bagi siapapun
yang melakukannya bisa berakhir menuju pada kebinasaan. Itulah sebabnya kita
dihimbau menjadi terang bagi sesama, sebab Yesus Kristus sendiri adalah terang
Allah, yang menunjukkan pesan utamanya melalui berita kasih.
Dunia ini, larut dalam kebencian. Kebencian antar ras, golongan, tingkat keberadaan
sosial, atau berbagai latar belakang lainnya. Mereka tidak hanya mencaci maki,
melainkan juga terlibat dalam percideraan, dan jika memungkinkan saling
menghancurkan antara yang satu dengan yang lain. Bagi mereka yang tinggal dalam
kegelapan ini matanya telah menjadi buta. Justru disitulah peranan keimanan kita di
dunia ini. Allah telah memberikan terang melalui Kristus, dan menjadikan kita bagian
dari terang tersebut. Jadi celakalah dunia ini jika terang itu tidak memberikan arah,
atau seperti yang Yesus katakan meletakkannya di dalam gantang. Yang baik kumpul
dengan yang baik dan yang jahat berkumpul dengan yang jahat sampai kebencian
menghancurkan mereka semua. (AT)
Refleksi :
Jadilah terang bagi sesamamu yang ada dalam kegelapan, bukan menerangi yang
sudah terang.