ANUGERAH ALLAH BUKANLAH MURAHAN

2015-03-30

ANUGERAH ALLAH BUKANLAH MURAHAN

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang
kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula
dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus
yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”
(1 Petrus 1:18-19)”

Bonhoeffer (tokoh Teolog Jerman) berkata : Anugerah yang murahan adalah
pengampunan tanpa pertobatan, baptisan tanpa disiplin gereja, perjamuan
tanpa pengakuan, pengampunan dosa tanpa pengakuan pribadi. Anugerah
murahan adalah anugerah tanpa pemuridan, anugerah tanpa salib, anugerah tanpa
Yesus Kristus yang hidup dan berinkarnasi. Sebuah pernyataan yang sangat jelas dan
tegas.
Alkitab mengajarkan anugerah yang diberikan kepada kita dikerjakan dengan
pembayaran harga yang paling mahal yaitu darah Anak Tunggal Allah sendiri.
Harga penebusan yang dibayar bukan dengan emas dan perak tetapi dibayar dengan
darah anak domba yang tak bernoda dan bercacat. Anugerah yang Allah berikan
merupakan ungkapan cinta kasih yang tidak ada ukurannya di seluruh dunia.
Anugerah Allah bukan sekedar kata-kata tetapi sudah terbukti dengan pengorbanan
Kristus di kayu salib.
Banyak orang berpikir jika anugerah itu diberikan cuma-cuma itu berarti barang yang
tidak ada harganya. Ini adalah salah. Memang dunia penuh dengan orang egois yang
tidak mau memberikan barang yang bagus untuk orang lain . Tetapi berbeda dengan
Tuhan. Tuhan memberi anugerah yang paling besar. Darah Kristus yang menebus
memiliki harga yang mahal karena kematian Kristus di kayu salib.
Jika kita telah menikmati anugerah Allah yang sangat mahal dan berharga. Tidak ada
alasan apapun untuk tidak mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan seluruh
keberadaan kita. Panggilan Tuhan kepada kita sebagai warga kampus UK. Maranatha,
akan memotivasi kita untuk memberikan yang terbaik dari seluruh kemampuan kita
untuk kemuliaan Tuhan. (RZA
Refleksi :
Kasihilah Tuhan Allahmu yang telah menebus dosamu.