ALLAH YANG RAHMAT

2015-03-31

ALLAH YANG RAHMAT

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang
dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan
Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia
kamu diselamatkan.
(Efesus 2:4-5)”

Orang-orang Eskimo di kutub utara mempunyai suatu cara yang unik dalam
berburu serigala. Mereka mencelupkan mata pisau ke dalam darah dan
dibiarkan membeku berulang-ulang kali sampai mata pisau tersebut
menyerupai es krim yang terbuat dari darah. Kemudian pisau tersebut ditaruh di
atas salju dengan bagian yang tajam menghadap ke atas. Ketika serigala datang
menjilati darah tersebut, tanpa disadarinya lidahnya terluka oleh mata pisau dan
berdarah. Tetapi, serigala malah menganggap darahnya sendiri sebagai darah yang
segar dan serigala itu terus menerus menjilati pisau tersebut hingga akhirnya mati
kehabisan darah di atas salju. Ilustrasi ini menggambarkan kondisi kita di masa lalu:
terikat kepada dosa dan tanpa harapan.
Alkitab menggambarkan bahwa kita adalah budak dosa (Ef. 2:1-3). Kita menjadi
budak dari dunia ini. Kita hidup mengikuti cara-cara dunia ini dan kita menjadi budak
dari iblis, mengikuti roh-roh jahat, mengikuti kedagingan kita sendiri. Kita telah
menjadi anak-anak durhaka. Kita tidak dapat melakukan hal-hal baik yang sebetulnya
sangat mungkin untuk kita lakukan, kita menjadi lemah, tidak berdaya. Alkitab
memberitahukan pada kita bahwa di masa lalu, kita tidak ada harapan dan kita
semua telah dikalahkan dan pada dasarnya manusia sudah mati dan harus dimurkai.
Namun bersyukur dalam ayat 4 diawali kata “tetapi”¦”mengubah seluruh situasi dan
kondisi sebelumnya. Dahulu kita tanpa harapan tetapi sekarang ada pengharapan.
Karena rahmat kasih-Nya kita diselamatkan dan di dalam Kristus kita dihidupkan. Di
dalam Kristus, kita kembali menjadi anak-anak Allah dan Ia menunjukkan kepada kita
kekayaan kasih karunia-nya yang melimpah-limpah.
Sebagai warga kampus yang sadar bahwa hidupnya sebenarnya tidak layak menerima
anugerah Allah, tentu hidupnya akan dipenuhi ucapan syukur dan memiliki kerinduan
melayani Tuhan dengan lebih baik apabila mendapatkan anugerah keselamatan.
Kesadaran untuk tidak bermain-main dengan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan
percayakan dalam hidupn kita. (RZA)
Refleksi :
Setiap kita yang menerima rahmat Tuhan akan memiliki kerendahan hati dan
tanggung jawab