ANUGERAH YANG MERUBAH STATUS

2015-04-24

ANUGERAH YANG MERUBAH STATUS

“Dari Paulus, hamba Yesus Kristus yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan
untuk memberitakan Injil Allah .. Dengan perantaraan-Nya, kami menerima kasih
karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa supaya mereka percaya
dan taat kepada nama-Nya ..”
(Roma 1:1, 5)”

Saulus, orang muda yang hebat, ia sebagai bagian dari Mahkamah Agama
Yahudi (Kisah 7:58; 8:1a), ia terkenal dengan reputasinya sebagai penganiaya
Jemaat Kristus. Dari status sebagai bagian dari Mahkamah Agama, yang adalah
status sosial dimana seseorang merasa lebih tinggi, “bukan warga biasa”, lebih suci
karena merasa mampu mentaati Hukum Taurat, dan itu suatu kebanggaan bagi
orang Yahudi. Tugasnya sebagai “polisi rohani” adalah menyeret warga yang tidak
menjalankan Hukum Taurat ke Pengadilan Agama
Di dalam perjalanan mengejar para pengikut Kristus, ia dijumpai oleh Yesus Kristus,
tidak untuk dihukum tetapi diberi anugerah dan dijadikan sebagai hamba-Nya.
Anugerah dalam Yesus Kristus merubah status Saulus menjadi Paulus yang artinya “si
kecil” atau “si rendah hati”. Anugerah dalam Kristus merubah dirinya yang “arogan
spiritual” menjadi “rendah hati” dan ini dibuktikan dengan pernyataan dirinya
bahwa sebagai “hamba” Yesus Kristus, dan ia siap untuk melaksanakan kehendak
Sang Tuan yaitu memberitakan Kabar Sukacita dari Allah. Tugas yang tidak mudah di
jamannya dijalani dengan konsisten meski ia sering harus menderita, bukan pujian
tetapi cacian dan siksaan fisik, sampai akhir hidupnya.
Kita sudah mengalami anugerah keselamatan dalam TUHAN Yesus Kristus, apakah
kita juga menyadari bahwa status kita adalah “hamba” Yesus Krsitus? Status yang
jelas sebagai hamba yang dikuduskan, seharusnya membuat jelas apa yang harus
kita lakukan ““ yaitu melakukan apa yang dikendaki Sang Tuan, yaitu membawa berita
Injil-Nya. Pemberitaan Injil-Nya melalui perilaku, kerja, ucapan, dan pola hidup kita.
Khususnya, sebagai karyawan, seharusnya kerja kita adalah Injil untuk teman sekerja,
untuk atasan dan bawahan kita. Sebagai pemimpin, kepemimpinan kita diharapkan
menjadi Injil bagi seluruh warga kampus Universitas Kristen Maranatha ““ dan ini
akan menjadi Kabar Baik kepada masyarakat sekitar kampus, bahkan bagi Bandung.
(HW)
Refleksi :
Injil, Kabar Baik dari TUHAN Allah sudah menjadi bagian hidup kita, karenanya, kita
seharusnya menjadi Kabar Baik untuk banyak orang.