ANUGERAH ADALAH LANDASAN HIDUP “POSITIF”

2015-04-25

ANUGERAH ADALAH LANDASAN HIDUP “POSITIF” KITA

“.. kita dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah, oleh
karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman
kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah
…” (Roma 5: 1, 2)”

Berdamai adalah tindakan antar manusia yang tidak mudah, apalagi berdamai
dengan TUHAN Allah yang terhadapnya kita sudah memberontak, pasti tidak
mungkin terjadi. Ini menjadi pasti bisa terjadi hanya tatkala TUHAN Allah yang
mengambil inisiatif perdamaian, melalui jalan pendamaian-Nya dalam diri Yesus
Kristus ““ dan dari kita diperlukan iman/sikap percaya sungguh kepada Sang Jalan
itu, Yesus Kristus, inipun terjadi karena pertolongan Roh Kudus-Nya. Kita menjadi
“benar” karena iman kepada Sang Jalan, di hadapan TUHAN Allah Sang Kebenaran.
Namun, kita sering menganggap cukup, berhenti pada keadaan nyaman damai
sejahtera dengan Allah ““ dan pola hidup kita tidak menunjukkan sikap syukur atas
anugerah/kasih karunia TUHAN Allah, kita hidup seenak diri sendiri.
Dalam bagian Sabda TUHAN diatas, Paulus memberi pernyataan tentang apa
yang seharusnya terjadi setelah kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah,
yaitu “berdiri” di dalam anugerah/kasih karunia itu. Pola hidup yang berdiri dalam
anugerah TUHAN Allah dalam Yesus Kristus akan menghasilkan pola hidup yang
benar di hadapan TUHAN Allah, yang sesuai dengan kehendak TUHAN Allah seperti
yang dinyatakan dalam Kitab Suci. Akibatnya kita bisa bermegah, memperoleh
kepastian menerima kemuliaan Allah. Hidup yang berdiri di dalam anugerah,
kita akan memandang secara lain segala hal yang terjadi dalam hidup kita. Hidup
yang didirikan, dilandaskan di atas/di dalam anugerah, membuat kesengsaraan
membuahkan ketekunan, tidak berhenti meratapi kesengsaraan. Dan ketekunan
membuahkan tahan uji. Tahan uji (dokime, bhs. Yunani ““ “proven character”) artinya
“membuktikan dirinya benar (“true”)” (Roma 5: 3,4). Berdiri dalam anugerah Kristus,
kita bisa “tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai
dengan rencana Allah” (Roma 8:28). Dan jika pola hidup ini terjadi ada dalam diri
seluruh warga kampus Universitas Kristen Maranatha, ini akan menjadi terang bagi
masyarakat sekitar kampus, bahkan bagi Bandung. (HW)
Refleksi :
Hidup “positif” kristiani sejati adalah hidup di dalam anugerah / kasih-karunia
TUHAN Allah dalam Yesus Kristus.