IMAN DAN PUJIAN (Keluaran 15:1-21)

2015-05-24

IMAN DAN PUJIAN
(Keluaran 15:1-21)

“…Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur”
(Keluaran 15: 1b)”

Tangan Tuhan selalu terulur untuk menolong umat pilihanNya, melahirkan
puji-pujian. Iman yang benar, karena percaya kepada Allah yang hidup. Allah
yang sanggup untuk berbuat, pasti akan membuat umatNya menikmati
pengalaman-pengalaman baru dan indah bersama Tuhan. Iman yang terbatas pada
teori atau pengakuan saja, tanpa disertai pengalaman- pengalaman nyaris akan
mati. Pengalaman dimaksud, ialah pengalaman seluruh keberadaan hidup kita di
dalam kasih dan pemeliharaan Allah.
Musa dan bangsa Israel mengalami serta merasakan kepedulian Tuhan dalam
hidup mereka. Mereka telah dibebaskan dari belenggu perbudakan bangsa Mesir
di bawah pimpinan Firaun. Di samping itu Tuhan juga memberikan kemenangan
kepada mereka, pada saat menghadapi musuh-musuhnya dalam perjalanan menuju
Kanaan. Bahkan bangsa-bangsa asing yang ditemui mereka gentar terhadap Israel.
Melalui pengalaman-pengalaman yang begitu nyata dalam kehidupan Musa sebagai
pemimpin Israel dan bangsanya, membuat mereka mampu menunjukkan rasa terima
kasihnya kepada Tuhan melalui puji-pujian. Disenandungkannya apa arti Tuhan bagi
mereka (ayat 1-3). Diungkapkannya apa yang telah Tuhan bagikan terhadap Mesir
dan Firaun (ayat 4-12). Didendangkannya dan diceritakannya kepastian iman, bahwa
Tuhan masih akan terus bertindak serta memelihara mereka di Kanaan, negeri
perjanjian (ayat 13-18).
Kitapun sebagai orang beriman, seharusnya mampu menaikkan pujian bagi Tuhan,
karena kasih setiaNya, dan penyertaanNya dalam liku-liku kehidupan kita. (RPA)
Refleksi :
Sudahkah kita memuji namaNya setiap saat? Bagaimana iman dan pujian kita bisa
tampak melalui kualitas hidup dan kerja?