IMAN DAN PENDERITAAN (1 Samuel 21: 1 “

2015-05-25

IMAN DAN PENDERITAAN
(1 Samuel 21: 1 ““ 15)

“….dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu.”
(1 Samuel 15 : 12 b)”

Berulang kali Tuhan menunjukkan kasih setiaNya kepada Daud melalui campur
tangan, keterlibatan dan perlindunganNya. Tetapi kali ini Daud mengalami
penderitaan yang lebih berat. Dalam keadaan lapar, Daud terpaksa makan roti
kudus, yang sebenarnya tidak boleh dimakan manusia, karena roti itu merupakan
roti sajian yang biasa ditaruh di hadapan Tuhan (ayat 6).
Daud adalah manusia biasa seperti kita semua. Ketika dia melarikan diri dari
pengejaran Saul dan bertemu dengan Akhis (raja kota Gat) serta pegawai-pegawai
yang ternyata mengenal siapa dia, maka takutlah Daud (ayat 12), berhubung tidak
mempunyai pilihan lain, akhirnya Daud berpura-pura gila. Perbuatan ini memang
memalukan nampaknya, tetapi kita belajar untuk menempatkan diri dalam posisi
Daud, sehingga kita bisa memahami bagaimana keadaan Daud saat itu! Daud
dalam keadaan terjepit. Tiga musuhnya mengintainya berturut-turut, yaitu dikejar
Saul, ditimpa kelaparan dan dikenali oleh pegawai-pegawai Raja Akhis yang adalah
musuh Israel. Tindakan-tindakan yang diambil Daud dalam keadaan darurat tersebut
mungkin terasa janggal dan tidak kena untuk kita. Walau bagaimanapun rendah dan
hina cara yang digunakan Daud, ia masih menggunakan akal dan upaya terakhirnya
adalah untuk lolos dari malapetaka.
Apabila kita mengalami berbagai penderitaan, kesulitan dan pergumulan, maka
ada segi yang perlu kita renungkan. Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk
menghadapi hal-hal yang lebih besar. Tuhan sedang membentuk kepribadian
kita ke arah kedewasaan. Bila kita dapat melewati berbagai ujian tersebut, hal ini
menunjukkan kualitas keimanan kita. (RPA)
Refleksi :
Apakah sikap dan tindakan kita sesuai dengan keinginan Tuhan, apabila kita berada
dalam keadaan terjepit seperti Daud?