MASIH BISAKAH MEMBERI DALAM KEKURANGAN? (Lukas 21:1-4)

2015-05-26

MASIH BISAKAH MEMBERI DALAM KEKURANGAN?
(Lukas 21:1-4)

“…tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi
seluruh nafkahnya”
(Lukas 21: 4b)”

Kisah seorang kepala keluarga yang berasal dari golongan menengah, yang
baru saja mengalami PHK. Istrinya adalah ibu rumah tangga yang tidak punya
pekerjaan. Otomatis penghasilan keluarga tidak menentu, padahal mereka
memiliki keinginan dan komitmen untuk memberikan persembahan dalam jumlah
tertentu walau tidak banyak. “Bagaimana jika saya tidak dapat lagi memberikan
persembahan seperti biasa?”, demikian menurut keduanya. “Mungkin jumlahnya
tidak seperti waktu dulu semasa saya bekerja”, kata si suami. Pertanyaannya : Jika
seorang yang karena suatu hal tidak dapat lagi memberikan persembahan entah
karena penghasilan tidak ada atau misalnya kena PHK, bagaimana seharusnya
bersikap? Padahal ada keinginan besar walaupun tidak ada lagi yang dapat diberikan.
Kita bisa membantunya dengan memberi penjelasaan bahwa yang terpenting dalam
memberi persembahan adalah berdasarkan motivasi. Tuhan menginginkan saat kita
memberikan persembahan kepadaNya didasari oleh motivasi yang tulus, sukacita,
tidak dengan duka atau paksa. Memberi dari kelebihan memang mudah untuk
dilakukan, namun memberi dari kekurangan secara manusia memang sukar untuk
dilakukan. Alkitab mengajarkan kepada kita sebagaimana Kisah dalam Lukas 21:1-4
tentang persembahan seorang janda miskin yang memberikan persembahan dari
kekurangannya tapi dia dapat memberi dengan sukacita.
Berarti seberapapun yang dapat kita berikan karena kondisi seperti yang dialami
oleh sang bapak di atas, tetapi jika didasarkan pada ketulusan hati dan sukacita,
Tuhan akan berkenan menerimanya. (RPA)
Refleksi :
Tuhan melihat hati. Sudahkah kita memberi dari kekurangan?