ALASAN UNTUK TETAP MALAS

2015-05-27

ALASAN UNTUK TETAP MALAS

” Berkatalah si pemalas:”Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!”
(Amsal 26:13)”

Siapapun akan antipati ketika mendengar seseorang yang tidak bersedia
melakukan sesuatu dengan alasan kemalasan. Karena itu pemalas yang
“™cukup pandai”™ membuat dalih yang bisa membenarkan keengganannya untuk
melakukan sesuatu.
Ada perbedaan yang cukup mendasar antara orang malas dan orang yang penuh
perhitungan dalam konteks melaksanakan suatu pekerjaan. Nats kita hari ini
mengutarakan alasan akan adanya bahaya di luar sana, sehingga suatu pekerjaan
seolah layak untuk ditangguhkan, bahkan tidak perlu dilakukan oleh seseorang.
Terlepas dari benar tidaknya ada hewan buas di luar sana, orang yang rajin akan
memikirkan cara agar dapat tetap bekerja, sementara si pemalas akan selamanya
menghindar, bila perlu si pemalas akan membuat alasan-alasan berikutnya. Jangan
salah, penulis Amsal telah selangkah lebih maju, karena telah menyadari siasat si
pemalas, mengantisipasi dan memperingatkan kita untuk tidak berbuat seperti si
pemalas.
Dalam berkarya di Universitas Kristen Maranatha, para civitas academica pasti
menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam diri maupun dari lingkungan.
Sebagai insan yang proaktif, sebaiknya kita tidak terfokus pada hambatan-hambatan
atau sepenuhnya lari dari tanggung jawab dan menyalahkan lingkungan, yang pada
akhirnya menjadikan kita pemalas. Sebaliknya, kita harus meletakkan fokus pada
upaya-upaya kita untuk mencapai tujuan. (PO)
Refleksi :
Apakah sebenarnya dalih-dalih yang timbul di hati atau pikiran kita sebenarnya
adalah dalih si pemalas? Sudahkah kita terfokus pada solusi atas masalah-masalah
yang kita hadapi?