PEMALAS ADALAH BEBAN BAGI SESAMANYA

2015-05-28

PEMALAS ADALAH BEBAN BAGI SESAMANYA

” …kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja,
janganlah ia makan.”
(II Tesalonika 3:10b)”

Kita tentu banyak dan sering melihat ada banyak upaya dilakukan sesama kita
untuk mendapatkan penghasilan tidak halal, termasuk dengan memainkan
peran sebagai orang cacat, orang tidak mampu secara ekonomi, dsb. di sejumlah
persimpangan jalan, dengan maksud mendapatkan belas kasihan tulus dari publik.
Saya pernah memergoki bagaimana mereka diorganisir untuk melakukan semuanya,
baik anak-anak maupun orang yang sudah cukup berumur. Baik pria maupun
wanita turun begitu saja dari sebuah kendaraan terbuka pada pukul 06 pagi untuk
“bertugas”. Apakah mereka disebut bekerja? Apakah menipu adalah pekerjaan?
Mari kita renungkan bersama fenomena tersebut. Kita membayar tiket drama
karena menyadari para pemain drama memang dibayar untuk peran yang
dimainkannya, dan kita tidak merasa ditipu, malah kita mengagumi mereka. Menipu
bukanlah merupakan suatu pekerjaan bagi orang beragama, melainkan perbuatan
dosa. Para penipu dianggap tidak mau bekerja dan mau gampangnya saja dalam
mendulang uang. Hal ini berarti bahwa sang pelaku sebenarnya bisa melakukan hal
yang mulia dengan kekuatan fisik dan modal-modal lain yang dimilikinya. Bila ini
tidak dilakukan, maka dia dikategorikan sebagai pemalas. Jumlah lapangan kerja
memang tidak dapat mengimbangi jumlah anggota masyarakat, namun banyak yang
berusaha bertahan hidup dengan berbagai upaya yang lebih terpuji; tidak kurangkurang
ada sejumlah orang yang menjadi kaya karena berwirausaha, baik dengan
usaha sendiri maupun dengan adanya berbagai upaya pembinaan dan penyediaan
dana dari pemerintah.
Keberadaan para karyawan di lingkungan Universitas Kristen Maranatha tentu untuk
berkarya, dan karenanya mereka memang berhak untuk makan. Apakah masingmasing
sudah berkarya secara optimal dan menerima pembayaran yang sesuai
dengan kinerjanya? (PO)
Refleksi :
Anda perlu makan? Bekerjalah. Anda bekerja? Anda berhak makan.