HAJAR DULU, KALAU TERNYATA SALAH ORANG, ITU URUSAN NANTI

2015-05-29

HAJAR DULU, KALAU TERNYATA SALAH ORANG, ITU
URUSAN NANTI

” Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat
untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;”
(Yakobus 1:19)”

Judul renungan hari ini memang terkesan arogan dan tidak bertanggung jawab,
tetapi tanpa disadari seringkali kita melakukan hal yang serupa, mungkin dalam
skala yang lebih kecil. Hal ini terjadi ketika kita, tanpa dipikirkan secara matang
bagaimana perkataan dan perbuatan kita dipertanggungjawabkan, seringkali
berkata, berbuat hanya menuruti penilaian sesaat atau kesan pertama, bahkan
berdasarkan pada atau didorong oleh perasaan emosional yang muncul seketika.
Seberapa banyak dari kita dan seberapa sering kita melakukan hal tersebut, kita
tidak perlu merasa berbeda sendiri, karena Yakobus sudah mencatat fenomena ini
dan menuliskan antisipasi untuk kebiasaan buruk ini, bahkan menasihati jemaat,
… ya jemaat, karena rupanya ada cukup banyak orang yang melakukan hal ini.
Seberapa sering kita termakan gosip, lalu terjerumus dalam kebencian, iri hati, dan
hal-hal buruk lainnya? Janganlah kita terlalu dini percaya segala sesuatu, terlalu dini
menilai/menghakimi, terlalu dini bertindak. Ketika kita bertahan untuk waktu yang
lebih lama sebelum bertindak, kita memiliki kesempatan untuk mencerna hal-hal
yang hinggap di pikiran kita, dan bisa membedakan mana yang benar dari yang salah.
Beberapa waktu yang lalu saya memilih diam dan mengangguk saja ketika dikatakatai
hal yang tidak tepat secara kurang patut oleh seorang pendeta dalam suatu
acara persekutuan, di depan beberapa orang. Apa jadinya kalau saya langsung
membela diri, apalagi marah, sementara citra publik terhadap figur sang pendeta
cukup positif. Di kampus ini kita tidak terluput dari hal-hal yang kurang mengenakkan,
bahkan dari saudara-saudara kita seiman, namun semoga saja renungan kita hari ini
dapat membantu kita untuk lambat dalam berkata-kata dan lambat untuk marah.(PO)
Refleksi :
Apakah kita terlalu cepat berkomentar, menilai sesuatu, atau bertindak sehingga
kita kurang bertanggung jawab atas masa depan?