Belas Kasih Tuhan – 29 April 2015

BELAS KASIH TUHAN
“Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah
mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu–sebab siapa
yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya.
(Zakaria 2:8)

Salah satu bagian luar tubuh yang sangat peka adalah bagian mata. Jika kita
melihat bagian mata ada 3 bagian lain yang menarik di sekeliling mata, yakni
pertama alis mata, kedua bulu mata, lalu ada kelopak mata dan air mata. Anda
tahu apa fungsi dari keseluruhan bagian-bagian tersebut? Mereka bertugas secara
refleks untuk melindungi mata dari debu misalnya. Jika ada debu hendak masuk
ke dalam mata, maka bulu mata kelopak mata akan melindunginya secara refleks.
Jika akhirnya debu itu masuk juga ke dalam mata, maka air mata keluar mencuci
mata dari debu tersebut. Itu menjelaskan betapa berharganya mata sehingga ia
mendapatkan perlindungan yang ekstra ketat dari bagian tubuh lainnya.

Nabi Zakharia menjelaskan tentang kedudukan bangsa Israel di hadapan Tuhan
terhadap musuh-musuh atau para penjarahnya. Ia mengumpamakan mereka adalah
biji mataNya sendiri yang artinya jika kita melihat penjelasan di atas, Tuhan tidak
akan membiarka bangsa lain menyentuh mereka, dan akan dengan ekstra melindungi
mereka dari ancaman bahaya bangsa-bangsa yang hendak menyerang dan menjarah
mereka. Itu adalah ketetapan Tuhan tentang bangsa Israel.

Kitapun sama di hadapan Tuhan seperti bangsa Israel. Namun seringkali kita merasa
rentan terhadap serangan masalah-masalah dari sekeliling kita, seolah-olah Tuhan
membiarkan kita berjuang sendiri menghadapi kenyataan hidup ini yang terkadang
sangat keras. Padahal Tuhan sendiri melalui FirmanNya sudah berjanji bahwa Ia akan
menjaga kehidupan kita. Jika akhirnya ada orang yang bisa mencelakai kita pada
akhirnya, itu bukan Tuhan melainkan diri kita sendiri. Dan meskipun kita terluka,
pada akhirnya Tuhan tetap akan memberikan penghiburan dalam kehidupan kita. Ia
akan datang menguatkan kita dan membimbing kita menuju kehidupan yang lebih
baik. Itulah cinta dan perhatian Tuhan yang sesungguhnya dalam kehidupan kita. (AT)

Refleksi:
Kita berharga sebab Tuhan sudah menganggapnya demikian

Ulangan 32:10, DidapatiNya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. DikelilingiNya dia dan diawasiNya, dijagaNya sebagai biji mataNya.

.1660084f44a0e4b7a47d6c0c97fbbb65 ODB_050614