PEMAAF

2015-06-10

PEMAAF

“Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan
pelanggaran.”
(Amsal 19:11)”

Pernahkah anda mengalami kemarahan yang sangat memuncak? Apa yang anda
rasakan? Ketika emosi meluap-luap, anda orang yang sanggup memuntahkan
dengan rentetan kata-kata yang tidak terkendali, seperti layaknya senapan
mesin memuntahkan peluru. Namun ada juga yang melampiaskan emosinya
dengan memukul, melempar atau apapun terhadap suatu benda yang ada di
dekatnya. Sebuah tindakan destruktif yang tidak masuk akal bukan! Namun, setelah
kemarahan itu mereda. Apa yang anda rasakan? Capek, jantung berdebar-debar
yang seketika juga membuat anda lemas, dan ujung-ujungnya membuat seluruh
agenda kegiatan hari itu berantakan dibuatnya. Lalu, bila kemarahan itu tidak
menguntungkan mengapa Anda harus marah? Tidakkah memaafkan itu lebih baik?
Kemudian bagaimana cara mengatasi kemarahan dan agar sanggup memaafkan?
Menurut Amsal 19:11, kebijaksanaan yang dimiliki seseorang membuatnya susah
terbawa amarah dan kemuliaannya mampu mempertimbangkan akibat yang
ditimbulkan oleh kemarahan tersebut. Ini mencerminkan kedewasaan emosi
seseorang, diperlihatkan bagaimana akal budi lebih menguasai dirinya ketimbang
emosi sesaat. Pertimbangan akal budi yang sanggup bernalar disaat situasi yang
tidak menguntungkan (emosi), berdampak pada pertimbangan dan keputusan etis
yang tepat, dan pada akhirnya sanggup bersabar dan memaafkan, sanggup melihat
keutuhan persaudaraan lebih penting ketimbang luapan amarah.
Memang saat marah terkadang sulit untuk mengendalikan diri, akibatnya seseorang
akan bertindak diluar kewajarannya yang dapat merugikan dirinya sendiri atau pun
orang lain. Ada cara praktis mengatasi hal tersebut secara populer orang menamainya
dengan tips 30 detik saat marah. Saat marah jangan biarkan diri dikendalikan
oleh emosi, maka yang perlu dilakukan adalah menarik nafas dalam selama 5-10
detik, kemudian coba beralih terlebih dahulu misalnya pindah ke ruang lain atau
ke luar ruangan dan kemudian pikirkan solusi singkatnya, maka kemarahan anda
akan mereda. Tips ini memberi kesempatan otak anda untuk berpikir secara jernih
mengevaluasi hal-hal yang terjadi, sehingga Anda tidak serta merta dikendalikan
oleh emosi anda. (ITW)
Refleksi :
Orang yang terbawa amarah akan berakhir buruk!