ORANG KIKIR VS MURAH HATI

2015-06-15

ORANG KIKIR VS MURAH HATI

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya , ada yang menghemat secara
luar biasa, namun selalu berkekurangan.
(Amsal 11:24)”

Menjengkelkan sekali melihat perilaku orang kikir. Mungkin Anda pernah
melihat dari perilaku seorang rekan atau keluarga Anda yang kikir. Misalnya
ketika makan bareng, ia tidak mau ikut bayar, alasannya selalu ingin
memberi kesempatan orang lain berbuat baik. Atau kalau ke gereja, sebelum ibadah
dimulai disiapkannya dulu selembar uang 5 ribu rupiah, padahal di dompetnya ada
uang pecahan limapuluh ribuan cukup banyak. Dan ini kisah nyata nenek istri saya.
Ia membeli sepotong rendang dan memakannya hingga seminggu lebih dengan
mencolek bumbunya saja. Masih ada banyak lagi contoh perangai orang kikir yang
membuat kita geleng-geleng kepala.
Amsal Salomo memberikan sebuah hikmat pengajaran yang menarik dari ayat di
atas. Pertama adalah tentang orang yang bertambah kaya, kedua tentang orang
yang selalu berkekurangan. Yang pertama ia menjadi kaya sebab ia menyebarkan
hartanya, yang kedua yang selalu berkekurangan justru adalah orang yang
menghemat secara luar biasa. Bukankah seharusnya mereka yang menghemat luar
biasa yang bisa menjadi kaya? Saya kenal beberapa orang kaya yang punya sifat
kikir, yang membuat saya berkesimpulan, “O makanya dia kaya.” Namun yang unik
ketika diperhatikan lebih seksama ternyata orang-orang ini malah merasa hidupnya
selalu miskin dan kekurangan. Jadi bisa jadi yang dimaksudkan Amsal Salomo orang
yang menghemat luar biasa bisa saja kaya, tetapi jiwa, sikap dan perangainya seperti
orang miskin.
Pertanyaannya adalah mengapa orang kikir yang memiliki harta banyak namun tetap
merasa miskin dan kekurangan? Jawabannya adalah sebab ia tidak melihat apa yang
dimilikinya dan bersyukur, melainkan selalu pada kekurangannya sehingga ia merasa
perlu menyimpan apa yang dimilikinya, meskipun untuk itu ia harus mengorbankan
jangankan orang lain, kebahagiaan dirinya sendiripun tidak ia pedulikan. (AT)
Refleksi :
Milikilah sikap hati orang yang murah hati sebab engkau akan menjadi jauh lebih
“kaya” dari pada orang kaya yang kikir.