TIDAK TAHU TERIMAKASIH & TAHU BERTERIMAKASIH

2015-06-17

TIDAK TAHU TERIMAKASIH & TAHU BERTERIMAKASIH

“Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani
engkau?”
(Matius 18:33)”

Berterimakasih adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam kehidupan
ini. Berterimakasih memiliki arti penting, pertama bahwa seseorang menyadari
kehidupannya berjalan dengan baik sebab ada kebaikan orang lain terhadap
dirinya. Berterimakasih pada saat yang sama memberi penghargaan pada orang yang
sudah melakukan kebaikan tersebut. Bayangkan jika kedua arti tersebut dilanggar
apa yang akan terjadi pada seseorang? Ia mungkin menjadi orang yang merasa tidak
membutuhkan bantuan orang lain, lalu ia menjadi orang yang arogan, atau tidak
menghargai apa yang sudah orang lain lakukan dirinya.
Dalam Matius 18:23-35 menjelaskan sebuah kisah yang sangat menarik untuk kita
simak. Kira-kira beginilah kisah tersebut: “Ada seorang yang berhutang sangat
besar kepada Raja. Karena ia tidak sanggup membayar hutang tersebut, Raja
berniat menghukumnya. Namun orang tersebut mohon penangguhan dan sang
Raja tergerak oleh belas kasihan. Lalu Raja itu membebaskan orang tersebut dari
hutang. Pulang dengan gembira ia bertemu dengan temannya yang berhutang pada
dirinya jauh lebih kecil dari pada hutangnya pada sang Raja. Namun orang ini malah
mengancam temannya jika tidak mau membayar hutangnya. Bahkan ia tidak segansegan
menjebloskan temannya itu ke dalam penjara. Mendengar hal itu sang Raja
sangat marah. Ia kembali menangkap orang itu dan memaksanya untuk membayar
hutang.”
Apa permasalahan sebenarnya orang itu? Ia tidak merasa bahwa kebaikan sang Raja
adalah sebuah hal yang perlu diperhitungkan. Mungkin ia pikir sang Raja membebaskan
dirinya karena kelihaiannya berdiplomasi. Sebab jika ia tahu berterimakasih maka
ia akan merasakan dengan sungguh-sungguh kebaikan sang Raja, dan kebaikan itu
akan muncul dengan sendirinya ketika ia berada di posisi sebaliknya, memberi maaf
misalnya. Seringkali dalam kehidupan ini kita malah menjadi orang itu, yang tidak
menyadari bahwa kehidupan kita saat ini ada sebab kebaikan dari banyak orang
mulai dari orang tua, keluarga, sahabat, teman kita dan yang terlebih adalah karena
kebaikan Tuhan. Percayalah sekuat apapun kita menghadapi kehidupan ini seorang
diri, kita tidak mungkin ada tanpa bantuan orang lain. (AT)
Refleksi :
Berterimakasilah kepada mereka yang telah membuat kehidupanmu ada seperti
saat ini Anda ada.