MENGHORMATI PARA UTUSAN ALLAH

2015-06-19

MENGHORMATI PARA UTUSAN ALLAH

“Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka
yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang
menegor kamu;”¦”
(1 Tesalonika 5:12)”

Ketika kami dalam pelayanan di Ambon, pernah bertemu dengan seseorang
yang pekerjaannya hampir tiap hari nongkrong di kedai minuman, khususnya
minuman yang memabukkan. Tiba-tiba dia menghampiri kami dan bersalaman
mengucapkan “Selamat pagi pak Pdt…bu..maaf..(sambil menyembunyikan
minumannya).
Dalam surat rasul Paulus yang pertama kepada jemaat di Tesalonika, mereka
diperingatkan supaya hidup secara teratur dan dengan damai, aktif berbuat baik.
Salah satunya menghormati yang bekerja keras, yang memimpin dalam Tuhan dan
yang menegor, artinya akuilah mereka secara praktis dan menundukkan diri kepada
pimpinan mereka. Istilah proistamenoi (“˜mereka yang di atas kamu; “˜pemimpin’),
hamba Tuhan yang memperkenalkan keselamatan, kebenaran dan yang memimpin
kita di dalam Tuhan. Mereka diutus oleh Allah untuk mewakili-Nya supaya bisa
mengarahkan hidup benar, mengerti aturan-aturan yang berlaku. Mereka patut
untuk kita hormati.
Dalam perikop ini menekankan suatu karakter seseorang untuk bisa saling
menghormati kepada orang yang telah membina kita, mendidik kita, bahkan yang
berani menegor. Perubahan karakter yang dialami oleh seseorang yang dulunya
tidak bisa menghargai orang lain, tidak menghormati dan tidak mempunyai rasa
terima kasih terhadap orang yang pernah menolongnya, ternyata terjadi sebaliknya,
ada perubahan. Berarti perubahan itu di dasari oleh rasa penyerahan total kepada
kedaulatan Kristus.
Gelar atau jabatan bukan berarti tidak penting, tapi yang lebih penting adalah
karakter yang mau diubahkan oleh Kristus. (RDS)
Refleksi :
Sudahkah kita sebagai jemaat, staf, bawahan maupun mahasiswa menghormati
mereka yang di utus oleh-Nya/di beri kepercayaan untuk memimpin kita?