KACANG LUPA KULITNYA

” Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya,
tetapi mereka memberontak terhadap Aku.”
(Yesaya 1 : 2b)

Sebutir kacang atau biji perlu yang namanya kulit kacang atau kulit biji, karena
kulit ini berfungsi sebagai pelindung terutama pada saat kacang atau biji tadi
dalam masa pertumbuhan. Istilah kacang lupa kulitnya, sering kali di gambarkan
pula sebagai tingkah laku seseorang yang sudah banyak dibantu, sudah banyak
ditolong, diangkat dari ketidak-mampuannya, sehingga ia menjadi seorang yang
berhasil dan sukses. Mempunyai kedudukan atau posisi yang tinggi, yang menaikkan
martabatnya, namun disaat dalam posisi sukses, dia melupakan darimana asalnya
dia, siapa yang membantu, dan siapa yang telah membesarkannya. Dia tidak tahu
berterima kasih untuk apa yang sudah dia peroleh dan pada siapa yang telah
membantunya.
Dalam bacaan hari ini, diperlihatkan bahwa bangsa Israel dengan mudahnya
melupakan dan meninggalkan Tuhan. Dalam ayat 3 dikatakan : “Lembu mengenal
pemiliknya, tetapi Israel tidak, keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya,
tetapi umat-Ku tidak memahaminya” Bangsa yang berdosa, anak-anak yang berlaku
buruk. Mereka meninggalkan Tuhan, menista Yang Mahakudus, Allah Israel dan
berpaling membelakangi Dia.
Mari kita lihat pada diri kita, apakah kita luput dari tingkah seperti itu? Ataukah kita
pun sama, seringkali melakukannya? Pada saat ada seseorang yang bersalah pada
kita, apakah kita mau mengampuni orang tersebut? Padahal dosa dan kesalahan
kita sudah Tuhan ampuni. Pada saat kita melupakan orang-orang yang telah banyak
membantu kita, maka kita pun dapat dikatakan sebagai kacang yang lupa kulitnya.
Kita sebagai warga kampus Maranatha, apakah kita merasa dibesarkan di Maranatha
ini atau tidak? Kalau kita merasa Maranatha telah banyak menolong, membantu dan
membesarkan kita, pernahkah kita mengucap syukur kalau kita telah menjadi bagian
dari Maranatha? Lalu apa yang sudah kita berikan untuk kampus Maranatha kita ini?
Apakah kita sebagai kacang yang lupa kulitnya? Ataukah kita mau menjadi orangorang
yang senantiasa mengucap syukur kalau kita boleh menjadi warga kampus
Maranatha? (AG).

Refleksi:

Sudahkah hari ini kita mengucap syukur?