JANGAN SAKITI SESAMAMU JIKA TIDAK INGIN DISAKITI

2015-07-24

JANGAN SAKITI SESAMAMU JIKA TIDAK INGIN DISAKITI

“”¦Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan?
Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?”
(I Korintus 6:7b)”

Adakah diantara kita yang senang diperlakukan tidak adil, atau dirugikan oleh
orang lain? Pasti kita akan menjawab secara spontan: Tidak! Sebaliknya
pernahkah kita memperlakukan orang tidak adil dan membuat mereka
menderita?. Mungkin jawabannya: “Pernah.”
Suatu ketika di salah satu SMA Negeri di Jakarta terjadi tawuran. Para pelaku
dikumpulkan oleh pimpinan sekolah untuk ditanyakan apa penyebab tawuran
yang membuat suasana menjadi tegang. Pimpinan dan para guru sepakat akan
memberikan sanksi kepada pelaku tawuran. Setelah melampaui pemeriksaan,
ternyata sanksi hanya dijatuhkan kepada salah seorang saja, sedangkan pelaku
lainnya tidak. Apakah karena dia anak paling nakal? Yang jelas anak itu merasa
telah diperlakukan tidak adil. Betapa sakit hati dan menderitanya anak itu akibat
perlakuan diskriminatif.
Masih banyak contoh ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita. Sekarang tempatkan
posisi seandainya Saudara adalah orang yang melakukan ketidakadilan. Saudara
adalah orang yang telah membuat orang lain menderita dan dirugikan. Tentunya
bila kita tidak mau diperlakukan tidak adil, tidak mau disakiti janganlah kita berbuat
demikian kepada orang lain. Kita bisa merasakannya sebagai sesuatu yang tidak
nyaman, bukan?
Dalam bacaan hari ini diungkapkan bahwa ada jemaat di Korintus yang telah
diperdaya bahwa jika melakukan tipu daya, berlaku tidak adil, hidup dalam kebejatan
dan menyangkal Tuhan, tetap mendapat tempat di rumah Allah. Akibat pemahaman
tersebut, mereka yang berbuat jahat tidak akan merasa bersalah, bahkan dalam
bentuk apapun mereka tetap menikmati hasil kejahatannya. Namun rasul Paulus
mengingatkan kembali bahwa orang”“orang yang tidak adil, yang suka merugikan
orang lain (ayat 9) dan yang berbuat dosa tidak akan mendapat bagian dalam
Kerajaan Allah. (RPA)
Refleksi :
Maukah Saudara lebih peka terhadap orang lain? Bertindak dengan menempatkan
diri seandainya kita di posisi mereka?