JANGAN MENJADI SEPERTI AHLI-AHLI TAURAT DAN ORANG-ORANG FARISI

2015-07-26

JANGAN MENJADI SEPERTI AHLI-AHLI TAURAT
DAN ORANG-ORANG FARISI

“Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud untuk dilihat orang…”
(Matius 23:5a)”

Tuhan Yesus sering mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pada
jamannya. Dalam Matius 23:3 Tuhan Yesus memperingatkan kita: “Turutilah
dan lakukan segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah
kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka.” Mengapa Tuhan Yesus memperingatkan
kita untuk berhati-hati terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi? Bukan
karena mereka tidak mengerti kehendak Tuhan. Bukan karena mereka tidak tahu
Firman Tuhan. Bukan karena mereka tidak tahu apa yang benar dan yang salah di
mata Tuhan. Dari sisi pengetahuan, mereka memiliki pengetahuan yang baik tentang
Tuhan dan kehendak Tuhan.
Penekanan Tuhan Yesus adalah pada sikap dan perbuatan mereka. Mereka ingin
dipandang orang sebagai orang yang hebat dan terpandang (Mat 23:5-7). Semua
pekerjaan dan perbuatan mereka adalah agar keinginan mereka ini bisa dicapai,
mereka duduk di tempat-tempat terpandang, mereka senang jika orang menghormati
mereka, dan mereka suka dipanggil sebagai Rabi.
Disini kita diingatkan, bukan pengetahuan saja yang perlu kita kejar tapi juga ketaatan
kepada Firman Tuhan. Mengetahui apa yang Tuhan kehendaki adalah hanya sebatas
pengetahuan. Seperti kalau kita membaca koran tentang bencana alam di suatu
tempat. Kita hanya mengetahui saja ada berita itu.
Seorang kritisi agama yang atheis, Bill Maher, mengecam “Apabila Anda tahu tentang
ajaran Yesus tetapi tidak mau melakukannya, Anda bukan orang Kristen, Anda hanya
seorang yang sedang mengaudit ajaran Yesus. Anda bukan pengikut Kristus, Anda
hanya penggemar Kristus!”
Kita bekerja pada institusi Kristen. Nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan adalah
nilai-nilai dari Firman Tuhan. Apakah kita memiliki sikap yang seharusnya sebagai
karyawan Kristen? Apakah kita bersikap dan berperilaku sesuai dengan teladan
Yesus Kristus atau kita hanya tahu sebatas pengetahuan saja? (AS)
Refleksi :
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang
dalam kebenaran.” (2 Timotius 03 : 16)