CEROBOH ATAU CERMAT

2015-07-27

CEROBOH ATAU CERMAT

“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap
orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan”
(Amsal 21:5)”

Kapan kita sering ceroboh dan cermat? Saat saya di Sekolah Dasar, saya beberapa
kali mengikuti lomba cerdas cermat yang dilakukan antar SD sekecamatan di
daerah saya. Saya biasanya ditugasi guru untuk mengerjakan soal-soal yang
berhubungan dengan matematika. Dalam beberapa kali pertandingan, tim kami
mendapatkan kemenangan Suatu saat kami ikut berlomba kembali, dan sudah
masuk dalam tahap final (tinggal 3 kelompok pada saat itu), dan seperti biasa
saya ditugaskan untuk menyelesaikan soal matematika. Tetapi pada saat saya
mengerjakan dan memberi jawaban kepada dewan juri kebanyakan jawaban
saya adalah salah, akhirnya tim kami pun kalah. Saat evaluasi kami dengan guru
pada keesokan harinya, saya ingat guru mengatakan bahwa jawaban yang saya
sampaikan sering sekali kurang sedikit, dan tidak jarang terbalik angkanya. Hal ini
terjadi karena kecerobohan saya. Mengapa kita sering ceroboh? Mungkin karena
kita merasa pekerjaan tersebut sudahh sering kita kerjakan, atau pekerjaan tersebut
adalah pekerjaan biasa bagi kita, atau pekerjaan tersebut adalah pekerjaan mudah
bagi kita.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk jangan ceroboh. Belajar untuk
cermat, semua rencanakan dengan baik jangan tergesa-gesa. Kerajinan bukan
hanya menolong menjaga apa yang telah kita milki tapi juga menambahkan apa
yang sudah kita miliki. Jika malas, kita bahkan tidak bisa mempertahankan apa yang
sudah kita miliki. Ceroboh adalah sikap hidup bukan hanya pada bidang tertentu
saja. Ceroboh bisa terjadi dalam banyak hal, mulai dalam hal-hal kecil sampai kepada
hal-hal yang besar. Misalnya mengetik surat, skripsi, dan lain-lain. Ketikan yang
keliru bisa membuat dampak yang besar apalagi hal tersebut menyangkut tentang
surat keputusan, peraturan perusahaan dan sebagainya. Dimanakah Saudara sering
ceroboh dalam pekerjaan Saudara? . (cs)
Refleksi :
Mari belajar untuk cermat bukan ceroboh. Hati-hati! Sedikit ceroboh saja dapat
merusak banyak hal!