JUJUR ATAU DUSTA

2015-07-29

JUJUR ATAU DUSTA

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.
Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”
(Matius 5: 37)”

Kejujuran adalah hal yang penting dalam segala hal. Baik dalam hal yang kecil
maupun dalam hal yang besar. Jujur berarti tidak berbohong, tidak berdusta,
mengatakan kebenaran. Jujur berarti tulus hati, tidak curang (baik terhadap
diri sendiri maupun terhadap orang lain). Misalnya, sebagai mahasiswa i tidak
menitip tanda tangan sewaktu kuliah, tidak menyontek sewaktu mengerjakan tugas
dan ujian, tidak melakukan joki dalam ujian, dan sebagainya. Sebagai karyawan,
bagaimana mengerjakan tugas-tugas dengan jujur. Sebagai dosen apakah kita jujur
dalam mengoreksi skripsi mahasiswa (membaca dengan teliti dan mengoreksi
dengan segala kemampuan yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita) atau kita
asal-asalan melakukannya? Bagaimana dengan lembar ujian mahasiswa, apakah kita
jujur mengoreksinya atau asal-asalan. Yang penting, ada nilai yang akan diumumkan.
Kejujuran adalah hal penting dalam kehidupan kita. Misalnya ada orang yang
bercerita kepada Saudara mengenai kehidupan atau pergumulannya dan meminta
Saudara untuk mendukungnya dalam doa Saudara dan tidak menceritakannya
kepada orang lain. Sering sekali kita tidak tahan dan menceritakan juga kepada
orang lain. Tidak hanya bercerita tentang apa yang sudah diceritakan kepada kita,
tetapi kita mulai menambahkan hal-hal lain dan menganggap hal tersebut adalah
hal yang biasa, bukan masalah, dan kemudian Saudara tidak mendoakannya.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan seseorang yang mengaku murid Yesus harus
jujur. Ya (atau tidak) yang diucapkan hendaknya sesuai dengan maksud dalam
hati. Mengapa orang sering berdusta? Mungkin karena lebih takut pada manusia
daripada kepada Tuhan, karena lebih menguntungkan (sementara) daripada berkata
jujur. Sebuah tabiat yang sudah mendarah daging.
Hal-hal apa yang akan diperoleh orang yang belajar untuk hidup jujur? Ingat bahwa
ini adalah yang Allah kehendaki. Ini menjadi latihan bagi kita yang belajar hidup
didalam Tuhan (sekalipun sulit tapi terus berusaha untuk mengatakan kebenaran
dan hidup jujur), Tidak ada kehidupan yang aman, tentram dan bahagia tanpa
kejujuran. (cs)
Refleksi :
Belajar hidup jujur! Jujur pada diri sendiri, orang lain, jujur pada pekerjaan, dan jujur
pada keluarga adalah implikasi hidup benar di hadapan Tuhan.