JADILAH BIJAK

2015-07-31

JADILAH BIJAK

“Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan
dan kepandaian”
(Amsal 2 : 6)”

Mengenali dan menghindari kata-kata, tindakan, dan sikap yang menimbulkan
konsekuensi yang tidak diinginkan adalah pengertian arif/bijak. Sebaliknya
Pemazmur mengatakan orang-orang yang dengan sadar mengeraskan
kepala tidak mau percaya kepada Allah, merekalah orang orang “bebal”. Eka
Darmaputera dalam salah satu bukunya mengartikan “bebal” adalah bodoh plus
keras kepala. Bodoh tetapi merasa diri tahu semua. Bijaksana adalah salah satu
karakter dari sekian karakter yang terus digali dan dipelajari. Banyak sumber yang
dapat dijadikan inspirasi. Salah satu contoh transformasi karakter terkait dengan
karakter bijak adalah kisah Sarah A.Pollard. Seorang anak perempuan yang sering
membantah orangtua dan keras kepala. Di sekolah ia dijuluki kepala batu dan sering
melawan gurunya. Ia menjadi anak perempuan paling bandel di kelas. Siapapun yang
memberi masukan, nasihat, teguran, bujukan, dan perintah ia tidak mau dengar.
Bahkan saking bandelnya ia membuang nama yang diberikan orangtuanya dan secara
legal mengganti nama pilihannya sendiri menjadi Adelaide A. Pollard. Mungkin sulit
dipercaya ketika di kemudian hari Pollard tertarik untuk menjadi seorang utusan Injil
ke Afrika. Walaupun pada akhirnya ia tidak jadi berangkat karena mengidap penyakit
diabetes sehingga harus berobat terus menerus. Sempat merasa kecewa, merasa
tertekan. Ia menderita depresi. Sampai suatu hari sayup-sayup ia mendengar doa
seorang nenek “Tuhan, tidak jadi soal apa yang Tuhan hendak lakukan dalam hidup
kami; jadilah kehendak-Mu.” Pollard terus memikirkan doa itu dan saat ia membaca
Yeremia 18 : 1 -6 tentang tukang periuk yang dengan jari jarinya membentuk tanah
liat menjadi bejana. Pada ayat 6, Yeremia menulis “Seperti tanah liat di tangan
tukang periuk, demikianlah kamu di Tangan-Ku.”
Pollard merasa ibarat bejana dan ia pun siap dibentuk ulang oleh Tuhan. Dalam
perenungannya itu kemudian Ia menulis puisi yang kemudian digubah menjadi
lagu. Lagu tersebut seperti yang bisa kita baca dalam NKB dan PKJ. Jadilah, Tuhan,
kehendak-Mu; “˜ku tanah liat di tangan-Mu, Bentuklah aku sesuka-Mu, Aku nantikan
sentuhan-Mu. Pengalaman Pollard merupakan salah satu kisah nyata bahwa
transformasi karakter dapat dilakukan oleh setiap orang, selama ada kesadaran,
kemauan untuk berubah mengikuti teladan Yesus Kristus Sang Firman Allah. (SG)
Refleksi :
Marilah terus berbenah, berubah mengikuti teladan Yesus Kristus.