MENGUCURKAN AIR MATA

2015-08-30

MENGUCURKAN AIR MATA

Orang pergi menabur benih di ladangnya, sambil bercucuran air mata. Ia pulang
dengan menyanyi gembira membawa berkas-berkas panenannya.
(Mazmur 126:6)”

Saya sering menemani istri saya bekerja hingga larut malam; sebagai seorang
asesor dari sebuah biro psikologi di Jakarta, ia sering dikejar-kejar deadline
pekerjaan yang menumpuk di mejanya. Kadang ia mengeluh dan hampir
menangis, ketika pekerjaan itu nampaknya terlalu banyak untuk dikerjakan, dengan
dirasakan kurang memadainya waktu yang tersedia. Pekerjaan yang seharusnya
menyenangkan menjadi sangat berat dan melelahkan, meskipun pada akhirnya
semuanya selesai juga. Dan ketika semua selesai tentu saja kami bisa bersenangsenang
kembali, sebelum tugas lain menanti.
Membaca ayat di atas saya merasakan sebuah persamaan yang menarik, melihat
bagaimana orang menabur benih di ladangnya, sambil bercucuran air mata. Artinya
ayat tersebut mencoba menjelaskan betapa susah payahnya ia bekerja menanam
benih di ladangnya. Waktu kecil saya sering ikut pergi ke sawah tetangga saya,
dan ikutan menanam benih padi, sangat menyenangkan sebab mungkin saya
hanya main-maiin saja. Intinya bekerja sampai menangis, bukanlah pekerjaan yang
dilakukan dengan santai-santai, namun bekerja dengan sangat keras. Dan bagian
ayat selanjutnya menjelaskan sebuah kondisi yang menarik bagi mereka yang sudah
bekerja keras: “Ia pulang dengan menyanyi gembira membawa berkas-berkas
panenannya.”
Bekerja keras adalah salah satu bentuk penjabaran Alkitabiah nilai keprimaan
(excellence) dalam statuta terkait dengan NHK ICE. Dan Kitab Mazmur memberikan
sebuah penjelasan yang menarik, bahwa mereka yang bekerja keras akan menikmati
hasilnya dengan bergembira. Saya bukan pekerja keras, sehingga tidak banyak hasil
yang saya terima yang membuat saya sangat bergembira. Saya tidak pernah bekerja
hingga mencucurkan air mata. Namun saya kenal baik beberapa rekan yang bekerja
keras, bahkan membuat saya mencucurkan air mata mendengar kisahnya, dan
mereka adalah orang-orang yang sangat sukses dalam kehidupannya. Ada sebuah
kata-kata menarik dalam bahasa Inggris: “No pain, no gain.” (Tidak ada derita, tidak
ada hasil). (AT)
Refleksi :
Sudahkah Anda bekerja hingga mencucurkan air mata?