CARILAH KERAJAAN ALLAH

2015-08-31

CARILAH KERAJAAN ALLAH

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu.
(Matius 6:33)”

Orang jahat juga bisa kaya. Misalnya Bapak Mafia Don Corleone. Sebaliknya
banyak orang beriman hidupnya miskin? Pertanyaannya ini jawabannya
memang agak rumit, apalagi jika kita percaya bahwa salah satu tanda penting
orang beriman adalah hidupnya yang makmur. Kemakmuran materi memang
diperlukan, namun sebenarnya bukan patokan umum bagi kondisi keterberkatan
orang beriman. Bahkan Rasul Paulus atau Tuhan Yesus sendiri bukanlah orang kaya
hingga akhir hidupnya, meski bukan juga orang miskin hingga tidak memiliki apa-apa,
dan mengharapkan bantuan kiri kanan. Namun saat ini kita akan melihat sejenak apa
makna ayat di atas yang terkait secara langsung dengan kemakmuran hidup.
Untuk membahas ayat di atas, selain menggunakan kata-kata dengan pengertian
rohani alkitabiah, kita bisa juga menggunakan perbandingan dengan kata-kata non
rohani lain yang tepat. Misalnya Barnes Commentary menyatakan carilah Kerajaan
Allah dan kebenarannya, sebagai true doctrine atau suatu konsep ajaran yang benar,
secara dimensional dalam pengertian lain kata kerajaan Allah dan kebenarannya
bisa kita terjemahkan sebagai wujud dari keutamaan, dan jika hal tersebut dikaitkan
dengan etos kerja, maka hal itu terkait dengan konsep kerja keras, disiplin dan
ketekunan serta fokus pada kemakmuran hidup, sebagai true doctrine kehidupan
yang sukses seperti yang dimaksud Barnes.
Jadi jika kita bertanya kenapa orang jahat bisa kaya? Sebab mereka sudah menemukan
dasar keutamaan untuk menjadi kaya. Jadi kaya bukan hanya hal yang terkait dengan
berkat Tuhan, melainkan sebuah sistem nilai etos kerja yang dilaksanakan dengan
baik, itulah yang menjadikan seseorang menjadi kaya. Sebaliknya orang Kristen
yang tidak bisa kaya sebab hanya menemukan kerajaan Allah yang artifisial, tidak
larut dalam prinsip-prinsip nilai hidup yang sanggup memberikan pengaruh dan
perubahan bagi kehidupan mereka. (AT)
Refleksi :
Jika orang jahat bisa kaya, mestinya anak Tuhan bisa juga jika mengaplikasikan
pesan Alkitab ke dalam nilai-nilai hidup yang lebih aplikatif.