BERANI KARENA NAMA TUHAN

“Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan
pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama
TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”
(1 Samuel 17: 45)

 

Peristiwa kenekatan Mario Steve Ambarita, 21 tahun yang masuk ke rongga ban
pesawat Garuda tujuan Pekan Baru – Jakarta bulan April tahun 2015 menjadi
berita yang menghebohkan. Berita ini menjadi sorotan dunia dan perhatian
serius bagi petugas bandara di Indonesia. Apapun alasan Mario masuk rongga
ban pesawat, ia telah melakukan pelanggaran dan hal ini menggambarkan bahwa
kenekatan dan keyakinan dalam diri memberi pengaruh bagi seseorang untuk
bertindak ke arah yang positif maupun negatif.

 
Daud seorang gembala muda memiliki keyakinan dalam dirinya bahwa TUHAN
mampu menolong dan menyertai hidupnya. Dia berani berkata bahwa ia datang
dengan nama Tuhan semesta alam; sebuah keyakinan iman yang tinggi. Daud pernah
mengalami kuasa Tuhan yang melepaskan dirinya dari cakar singa dan cakar beruang.
Dengan pertolongan Tuhan ia bisa mengalahkan binatang buas untuk menjaga
kawanan kambing domba. Menghadapi Goliat yang memiliki perawakan yang besar
dan tinggi tidak membuatnya menjadi takut dan gentar. Daud memproklamirkan
bahwa Tuhan yang disembah bangsa Israel akan menyelamatkan bukan dengan
pedang atau lembing tetapi dengan tangan Tuhanlah akan diserahkan lawan Sebuah
pengakuan iman yang dibuktikan dalam tindakan Daud melawan Goliat orang Filistin.
Daud mengambil batu dan diumbankan ke arah Goliat dan batu itu terbenam ke
dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Daud menghunus
pedang dan menghabisi nyawa Goliat.

 
Dalam kehidupan ini pasti setiap orang akan mengalami berbagai persoalan, yang
menjadi pertanyaannya bagaimana sikap dan tindakan kita ketika menghadapi
persoalan hidup. Adakah persoalan hidup yang sangat berat membuat kita menjadi
takut dan gentar menghadapinya. Seringkali kita lupa bahwa persoalan dan
pergumulan terberat kita tidak sebanding dengan kuasa Allah. Keyakinan kita akan
kebesaran Allah tidak boleh dikalahkan dengan situasi dan kondisi apapun. Sebagai
warga kampus keyakinan akan Tuhan adalah bagian yang penting. Keyakinan akan
Tuhan menjadi andalan hidup yang membuat kita tidak takut dan gentar menghadapi
berbagai macam tantangan baik secara pribadi maupun institusi. Karena Tuhan yang
akan menolong dan menyertai kehidupan kita dalam menghadapi tantangan dan
ancaman hidup ini. (RZA)

 
Refleksi :
Keyakinan akan Tuhan menjadi andalan hidup.