BANYAK BERBUAT BAIK

Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita dalam bahasa Yunani
Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
(Kisah Para Rasul 9:36)

Berbuat baik kepada orang yang baik dengan kita adalah hal biasa tetapi berbuat
baik kepada semua orang tanpa “memandang bulu” adalah sebuah tindakan
yang luar biasa dan jarang sekali ditemukan. Tidak dipungkiri bahwa orang lebih
cenderung membalas kepada orang yang pernah berjasa dalam hidupnya, khususnya
ketika ia mengalami musibah berat. Ia tidak akan mudah melupakan orang itu dan
jika ada kesempatan ia akan berusaha membalas jasa orang itu.

 
Nas hari ini mengisahkan bahwa Tabita alias Dorkas seorang perempuan yang memiliki
kegemaran berbuat baik bukan hanya sekali-kali tetapi sering kali, sebuah kebiasaan
yang baik dan menjadi sebuah karakter dari pribadi Dorkas. Ia rajin menjahitkan baju
untuk para janda. Suatu kali ia mengalami sakit dan akhirnya meninggal. Orang-orang
sekitarnya merasakan sangat kehilangan sekali karena mereka terkesan dengan
dengan perbuatan baik Tabita. Saat mereka tahu bahwa Petrus sedang melayani di
sebuah kota, mereka mengutus dua orang untuk menjumpai Petrus. Petrus datang
ke rumah Dorkas disemayamkan dan menyuruh orang-orang untuk keluar ruangan
itu dan ia berlutut dan berdoa. Ia berpaling ke mayat itu dan berkata: Tabita,
bangkitlah! Lalu Tabita membuka matanya dan bangun. Petrus memanggil orangorang
dan menunjukkan perempuan itu masih hidup. Jika Dorkas bukan orang yang
rajin berbuat baik dan memberi sedekah, mungkin tidak banyak orang yang merasa
kehilangan dan tidak ada orang yang peduli mau jauh-jauh meminta Petrus untuk
datang berdoa. Hal ini menjadi kesaksian bagi banyak orang untuk menjadi percaya
kepada Yesus.

 
Perbuatan baik seharusnya dilakukan oleh setiap pengikut Kristus. Tidak ada alasan
apapun untuk kita tidak berbuat baik karena setiap kita sudah menikmati kebaikan
Tuhan. Yang perlu kita renungkan adalah perbuatan baik yang disertai ketulusan dan
keikhlasan. Perbuatan baik bukan untuk dipuji dan dibanggakan tetapi sebagai bukti
bahwa mau berbagi kebaikan Tuhan kepada sesama. Orang-orang yang ada sekitar
kita yang bisa menilai dan merasakan perbuatan baik kita. Makna kehadiran kita
akan sangat berarti bagi siapapun yang ada di sekitar kita, termasuk dalam civitas
akademika Universitas Kristen Maranatha. (RZA)

 
Refleksi :
Menjadi orang yang baik hati kepada semua orang