BERDOA DAN BERUSAHA

Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap
mereka siang dan malam karena sikap mereka.
(Nehemia 4:9)

 

Kecenderungan orang saat ini mau menikmati kesenangan dan ketenaran
dengan cara yang mudah dan cepat. Hal ini bisa kita lihat dengan berbagai
acara di televisi. Banyak acara yang diminati dan diikuti oleh pemirsa televisi
adalah acara yang mengajak seseorang untuk mencapai kesuksesan dengan dengan
cara cepat. Tidak sedikit orang mencoba berbagai kompetisi minat dan bakat supaya
cepat terkenal. Budaya instan seperti ini menjadi trend anak muda yang sebisa
mungkin menghindari proses pengalaman hidup yang berliku-liku.

 
Nehemia adalah seorang juru minum raja, Nehemia mencicipi lebih dahulu apa yang
akan disajikan kepada raja untuk membuktikan bahwa minuman itu tidak mengadung
racun. Hanya orang yang paling dipercaya dapat menduduki posisi tertinggi ini dalam
istana raja Persia. Nehemia tidak egois. Ia peduli dengan penderitaan umat Tuhan.
Ia serius memikirkan masalah bangsanya dan sangat terbeban. Ketika Sanbalat dan
Tobia dan orang lain melihat kemajuan usaha pembangunan tembok Yerusalem,
mereka mencoba berniat untuk mengacaukan situasi dan kondisi di kota itu. Nehemia
dengan sikap merendahkan diri berdoa kepada Tuhan sambil tetap mengadakan
penjagaan terhadap orang-orang yang bermaksud jahat. Dalam ayat 17 dikatakan
bahwa orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya
dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata. Ini
menjadi bukti bahwa mereka bukan hanya berdoa tetapi ada upaya yang dilakukan
untuk pembangunan tembok Yerusalem.

 
Nehemia memiliki sikap yang prima yaitu bukan hanya berdoa tetapi juga berusaha
dengan melakukan untuk membangun tembok Yerusalem. Sikap seperti ini sangat
positif, dan seyogyanya menjadi bagian hidup warga kampus UK. Maranatha;
merendahkan diri di hadapan Tuhan tetapi juga tidak berpangku tangan, ada sesuatu
usaha yang dikerjakan untuk kemajuan civitas akademika UK. Maranatha. Setiap
pribadi yang prima akan selalu siap menggunakan dan mengembangkan potensi
yang Tuhan percayakan dalam kehidupannya. (RZA)

 
Refleksi :
Milikilah beban ‘berdoa dan berusaha”