TANTANGAN PERJALANAN MISI

“Sesudah tiga bulan lamanya tinggal di situ ia hendak berlayar ke Siria. Tetapi pada
waktu itu orang-orang Yahudi bermaksud membunuh dia. Karena itu ia memutuskan
untuk kembali melalui Makedonia.”
(Kisah Para Rasul 20:3 )

Transportasi masal dan murah menjadi sarana yang dapat membantu kita.
Salah satu alat transportasi masal yang digunakan adalah kereta api. Hari ini
kita memperingati hari kereta api. Kehadiran kereta api pertama di Indonesia
mulai hadir sejak Tanam Paksa hingga saat ini. Perusahaan yang dinasionalisasikan,
Djawatan Kereta Api (DKA) berdiri pada tanggal 28 September 1945. Setelah
Tanam Paksa diberlakukan oleh van den Bosch pada tahun 1825-1830, ide tentang
perkeretaapian Indonesia diajukan dengan tujuan untuk mengangkut hasil bumi
dari Sistem Tanam Paksa tersebut. Salah satu alasan yang mendukung adalah tidak
optimalnya lagi penggunaan jalan raya pada masa itu. Akhirnya, pada 1840, Kolonel
J.H.R. Van der Wijck mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api di Hindia
Belanda. Kereta api pertama di Indonesia dibangun tahun 1867 di Semarang.
Perjalan misi yang dilakukan oleh Paulus tidak lepas dari penggunaan berbagai
sarana transportasi sebagai alternatif. Yerusalem merupakan pusat cerita dan tema
utamanya ialah perluasan gereja dari Yerusalem ke seluruh Palestina. Sekarang
Yerusalem terdesak ke belakang, dan Antiokhia menjadi pusat cerita karena Antiokhia
menyokong perluasan gereja di Asia dan Eropa. Perluasan ini dilaksanakan dengan
tiga perjalanan misi oleh Paulus, masing-masing dimulai dan diakhiri di Antiokhia.
Paulus kembali ke Asia untuk melakukan perjalanan pemberitaan Injil yang ketiga,
dengan melewati terlebih dahulu wilayah Frigia-Galatia. Sesudah berkunjung ke
gereja-gereja di Makedonia, Paulus tiba di Yunani, atau di Akhaya, dan tinggal selama
tiga bulan, mungkin di Korintus. Lukas tidak menyebutkan alasan utama perjalanan
terakhir Paulus ke Yerusalem. Mereka menyerahkan uang sumbangan yang telah
dikumpulkan oleh orang-orang kudus di Makedonia dan Akhaya untuk membantu
saudara-saudara seiman mereka yang miskin. Ketika Paulus akan naik perahu dari
Korintus ke Siria, dia mengetahui adanya beberapa orang Yahudi yang bermaksud
membunuh dia di dalam perjalanan. Karena itu Paulus mengubah rencananya dan
melakukan perjalanan darat melalui Makedonia, menelusuri jejak-jejaknya sendiri.
Hidup yang diserahkan kepada Tuhan dan didedikasikan kepada sesama akan
menghadapi banyak permasalahan. Perlu hikmat Tuhan untuk mengatasinya dan
mengambil langkah yang benar, baik, serta tepat (RCM)
Refleksi :
Perjalanan hidup bersama Tuhan akan menghadapi banyak tantangan