PENDIDIKAN DAN KECERDASAN

“ Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang
ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih
cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya”
(Daniel 1:20)

Orang tua yang mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di Universitas
Kristen Maranatha berharap bahwa anaknya akan menjadi seorang sarjana.
Sarjana (dari bahasa Sanskerta ”penciptaan”, dalam bahasa Inggris:
undergraduate) adalah gelar akademik yang diberikan kepada lulusan program
pendidikan sarjana (S-1). Untuk mendapatkan gelar sarjana. Secara normatif
dibutuhkan waktu selama 4 (empat) sampai 6 (enam) tahun. Keberadaan orangorang
yang terdidik di masyarakat akan sangat menolong kehidupan yang lebih baik

 
Ketika bangsa Israel di buang ke Babel, raja Babel bertitah untuk membawa beberapa
orang Israel yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni anakanak
muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami
berbagai-bagai hikmat, pengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian
tentang ilmu yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja supaya
mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. Raja menetapkan bagi mereka
pelabur setiap bari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka
harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu harus bekerja pada raja. Diantara
mereka adalah Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Daniel berketetapan untuk
tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum
raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah
menajiskan dirinya. Akhirnya diperoleh bahwa mereka didapati lebih cerdas sepuluh
kali lipat dari pada yang lainnya

 
Pendidikan tinggi setingkat sarjana merupakan salah satu kebutuhan yang penting
dalam pembentukan hidup manusia. Tidak semua orang memiliki kesempatan
untuk studi sampai ke perguruan tinggi. Hari ini merupakan hari Sanjana. Kita yang
berada di lembaga pendidikan tinggi, sebagai pendidik maupun sebagai tenaga
kependidikan berupaya sebaik mungkin membantu para mahasiswa untuk dapat
menyelesaikan studi dengan baik. Mahasiswa seharusnya belajar dengan baik dan
menghargai serta mempergunakan kesempatan yang sudah Tuhan berikan untuk
menimba ilmu sehingga menjadi alumni-alumni yang memiliki kecerdasan bukan
hanya di bidang keilmuan tapi juga kecerdasan spiritual, kecerdasan emosianal, dan
kecerdasan-kecerdasan lainnya serta menjadi berkat di masyarakat. (RCM)

 
Refleksi :
Gelar sarjana harus dibarengi dengan peningkatan kecerdasan