PENGORBANAN YANG TIDAK SIA-SIA

“ Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: ”Ya Tuhan Yesus,terimalah rohku. ” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: ”Tuhan,janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka! ” Dan dengan perkataan itumeninggallah ia.” (Kisah Para Rasul 7:59-60 )

Pada hari ini kita diingatkan dengan peristiwa besar yaitu Gerakan 30 September(dahulu disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI), Gestapu (Gerakan September TigaPuluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di saat tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. Ada orang-orang yang rela berkorban demi bangsa ini.

 
Stefanus adalah seorang tokoh yang menonjol pada zaman gereja mula-mula. Diaseorang yang penuh dengan karunia, kuasa dan hikmat. Namun, sekelompok orang Yahudi yang kalah berdebat dengannya bersekongkol mengajukan fitnah untuk melawan Stefanus dan menyeretnya ke hadapan Mahkamah Agama. Stefanus dituduh menghujat Musa dan Allah (Kis 6:8-15). Di hadapan Mahkamah Agama yang mengadilinya Stefanus justru bersaksi tentang Kristus. Sewaktu Stefanus menuduh orang-orang Yahudi sebagai menghujat Allah, mereka menjadi marah secara tidak terkendali. Stefanus tidak terpengaruh oleh kemarahan Sanhedrin. Pada saat ini Allah
memberikan kepadanya penglihatan berupa langit terbuka dengan Anak Manusia yang berdiri di sebelah kanan Allah. Kata-kata Stefanus sebenarnya merupakan penegasan bahwa klaim tentang Yesus yang baru saja dibuatnya di hadapan sidang pengadilan yang sama ini, yaitu bahwa Yesus adalah Anak Manusia surgawi bukanlah bersifat menghujat, sebagaimana dituduhkan oleh Sanhedrin, melainkan justru merupakan kebenaran Allah. Stefanus sungguh-sungguh mengklaim bahwa Yesus kini telah menjadi Anak Manusia yang ada di sebelah kanan Allah. Menjelang ajalnya, Stefanus berbicara kepada Yesus yang dimuliakan sebagai Allah sendiri, dengan memohon agar Yesus menerima rohnya. Kata-kata terakhir Stefanus merupakan sebuah permohonan pengampunan bagi orang-orang yang membunuhnya. Pengorbanan Stefanus merupakan tindakan yang berani dilakukannya demi imannya kepada Kristus.

Para perwira berkorban demi bangsa dan Stefanus sudah berkorban demi imannya kepada Kristus sehingga Injil tersiar kepenjuru dunia melalui Saulus yang bertobat. Apa yang sudah kita korbankan demi Kristus?(RCM)
Refleksi :
Berkorban demi Kristus tidak ada yang sia-sia